Dpnews Indonesia || Bekasi – Kunjungi Pusat Daur Ulang (PDU) dan PT Maggot Indonesia, Bupati Bekasi Serius Jalankan Road Map yang di Gagas DLH. Bupati Bekasi H. Ade Kuswara Kunang, SH mengunjungi dua lokasi tempat pengelolaan sampah organik berbasis maggot. Kamis, 24/4/2025.
Pada kunjungan pertama Bupati mengunjungi pusat daur ulang sampah (PDU) Mekar Mukti didampingi Kepala Dinas LH Syaffri Donny Sirait lengkap dengan jajarannya yang terdiri dari H.Mansur Sulaiman Kepala Bidang Pengendalian & Pengelolaan Persampahan dan 7 Kepala UPTD Pelayanan dan Pengangkutan Persampahan serta Kades Mekar Mukti, Camat Cikarang Utara Enop Chan dan perwakilan dari pihak Jababeka.
Dalam kunjungan tersebut, Bupati Bekasi berucap, “Nanti kedepan model model pengolahan sampah ini lah contohnya, artinya saya turun sebagai pemerintah Kabupaten Bekasi kita akan melebarkan bank bank sampah di Kabupaten Bekasi.”
“Disini DLH memiliki road map mengedukasi warga untuk mengelola seperti ini (PDU Mekar Mukti). artinya ini bisa menjadi percontohan yang bagus bahwa sampah saja bisa berpotensi,” ujar Bupati termuda se-Indonesia itu.
Setelah berbincang -bincang hangat dengan penggiat PDU, Bupati juga berjanji akan merevitalisasi alat serta mesin pengolahan sampah anorganik agar bisa melebarkan jenis usaha kegiatan sampah anorganik tersebut lalu disambut riuh tepuk tangan dari para pengurus PDU.
Menjelang siang, perjalanan rombongan dilanjutkan ke sebuah pengolahan budi daya maggot swasta berskala besar yang menggunakan sampah organik sebagai bahan bakunya di Kecamatan Setu.
Bupati Bekasi meninjau rak rak pembesaran maggot yang lagi lagi menghasilkan banyak produk turunan produk ekonomis. Dalam paparannya Egy perwakilan Biokonversi PT Maggot Indonesia mengatakan dalam sehari mereka membutuhkan 50 ton food waste dari restoran mau pasar untuk membesarkan maggot.
“Dari maggot ini nantinya akan dijadikan sebagai pakan unggas, ikan pengganti pelet. Sementara kasgot (residu dari sampah organik yang di makan maggot) kami jadikan sebagai pupuk karena unsur N, P, K nya cukup dan ramah Lingkungan,” kata Egy.
Sementara itu Kadis LH Syaffri Donny Sirait mengatakan, bahwa penggunaan teknologi dalam pengelolaan sampah, khususnya sampah organik tidak harus menggunakan teknologi canggih dan sedot anggaran yang “mahal”. Teknologi berbasis eco friendly yaitu “maggot” bisa menjadi alternatif Pemerintah Daerah dalam mengatasi sampah yang menjadi issue di hampir semua kota dan kabupaten di Jawa Barat.











