Dpnews Indonesia || Saat ini, mungkin tidak ada orang yang tidur lebih nyenyak di dunia MotoGP selain Claudio Domenicali. Sebagai CEO Ducati Corse, ia punya banyak alasan untuk merasa bangga, ia memimpin sebuah kekuatan besar dalam dunia balap yang tengah mendominasi lintasan, berkat dua pembalap luar biasa.
Meski begitu, di tengah dominasi ini, Domenicali mungkin tetap merasakan kekecewaan saat melihat Marc Marquez terjatuh di depan para penggemarnya sendiri di Spanyol. Untungnya, kemenangan sang adik, Alex, membuat rekor kemenangan beruntun Ducati tetap terjaga, kini menjadi 22 kemenangan berturut-turut, menyamai rekor milik Honda yang tercipta pada tahun 1998. Sebuah hasil yang pahit manis, namun tetap memuaskan.
Domenicali mengakui besarnya pencapaian Ducati saat ini, menyebutnya sebagai hal yang bersejarah dan hasil dari kerja keras luar biasa.
“Ini adalah buah dari upaya yang sangat besar dan didukung oleh pembalap-pembalap hebat,” ujarnya dalam wawancara dengan GP One.
Ia juga menyoroti bahwa meski Ducati berada di puncak, para pesaingnya terus berkembang.
“Fabio Quartararo tampil sangat kuat, ini membuktikan bahwa tim lain juga bekerja keras, mungkin terbantu dengan adanya konsesi regulasi. Banyak orang lupa bahwa kami tidak semua berlomba dengan aturan yang sama. Beberapa tim masih punya keuntungan menggunakan pembalap penguji dan mengembangkan mesin. Jaraknya akan semakin menipis,” ungkapnya.
Terkait insiden jatuhnya Marquez, Domenicali menyampaikan dukungannya dan tetap optimis.
“Marc luar biasa dan mengendarai motornya dengan sangat baik. Kadang ia terlalu percaya diri, dan itu membuatnya melakukan kesalahan. Tapi itu juga menunjukkan bahwa dia sangat menyatu dengan motornya. Hal seperti ini bisa terjadi, semoga tidak terjadi lagi dalam waktu dekat,” katanya.
Sementara itu, situasi Pecco Bagnaia cukup berbeda. Meski ia tidak terjatuh, namun belum mampu konsisten bersaing di depan.
“Ia sudah menang di sini tiga tahun berturut-turut, jadi posisi ketiga tentu tidak membuatnya puas. Motor tahun ini tidak memberinya rasa yang sama seperti musim lalu, itulah kenapa ia kesulitan menyalip. Sekarang ia sedang bekerja keras untuk menemukan solusinya,” pungkas Domenicali.











