Dpnews Indonesia || Cianjur – Panggung peragaan busana di Kabupaten Cianjur bertempat di pendopo 29-8-2026 kembali semarak. Asosiasi Fashion Show Cianjur atau AFCI menggelar agenda tahunan dengan tajuk berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Mengusung tema Nusantara In Vogue, acara ini menjadi ruang pertemuan antara warisan budaya Indonesia dan interpretasi fesyen kontemporer yang lebih bebas dan ekspresif.
Digelar di Kabupaten Cianjur, kegiatan ini sengaja dirancang bukan hanya sebagai ajang unjuk karya. AFCI ingin menjadikannya momentum untuk merajut kembali kebersamaan antar komunitas kreatif, organisasi perempuan, hingga lembaga kemasyarakatan yang selama ini bergerak di bidang sosial dan budaya.
Ketua Panitia Pelaksana sekaligus Sekretaris AFCI, Mela Jamilah, mengatakan pemilihan tema kali ini dilatarbelakangi semangat persatuan. Hari ini temanya lintas organisasi untuk mempererat silaturahmi. Kami sengaja mengusung tema Nusantara In Vogue untuk menyatukan kolaborasi antara aransemen budaya dan kekinian, sehingga para peserta diberikan kebebasan berekspresi, ujarnya saat ditemui di lokasi acara.
Berbeda dengan penyelenggaraan tahun lalu yang mengangkat konsep heritage dengan aturan dan skema khusus, tahun ini AFCI memberikan ruang lebih luas. Para peserta dibebaskan menentukan gaya, siluet, hingga detail kostum, selama tetap membawa ruh Nusantara ke dalam karya mereka. Hasilnya, panggung dipenuhi warna dari tenun, batik, hingga aksen etnik yang dipadukan dengan potongan modern.
Penyelenggaraan ajang ini juga sengaja diselaraskan dengan peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Nuansa kemerdekaan terasa dari pilihan warna, musik pengiring, hingga semangat para peserta yang ingin menampilkan identitas bangsa melalui cara yang berbeda namun tetap elegan.
Sebanyak 38 peserta ambil bagian dalam peragaan kali ini. Mereka terbagi ke dalam tiga kategori utama, yaitu Kategori Pelajar yang menampilkan kreativitas generasi muda, Kategori Umum yang diisi desainer dan model independen, serta Kategori Lintas Organisasi yang menjadi sorotan karena menampilkan kekompakan antar komunitas.
Mela mengakui jumlah peserta tahun ini sedikit menyesuaikan kondisi. Beberapa agenda peragaan busana lain di luar Cianjur digelar berdekatan, sehingga sebagian calon peserta tidak bisa hadir. Meski begitu, antusiasme dari berbagai wadah organisasi tetap tinggi dan memberi warna tersendiri bagi acara.
Kolaborasi menjadi kunci kuat dalam kegiatan ini. AFCI menggandeng sejumlah organisasi perempuan dan kemasyarakatan di Cianjur, di antaranya BKSWI, Perwalia, FKUB, serta Gabungan Organisasi Wanita atau GOW Kabupaten Cianjur. Kehadiran mereka tidak hanya sebagai pendukung, tetapi juga sebagai peserta yang ikut naik ke panggung.
Bagi AFCI, ajang tahunan ini memiliki tujuan jangka panjang. Selain menjadi hiburan, kegiatan ini diharapkan menjadi wadah tumbuhnya para perias dan perancang busana lokal. Lewat sentuhan modern pada unsur tradisional, diharapkan muncul karya-karya baru yang mampu bersaing sekaligus tetap melestarikan budaya Nusantara.
Semangat itu terlihat dari animo dan peserta sepanjang acara. Sorak, tepuk tangan, dan diskusi kecil antar desainer mewarnai Banyak peserta mengaku mendapat inspirasi baru dari melihat interpretasi Nusantara versi peserta lain yang tidak terduga.
Dengan mengangkat Nusantara In Vogue, AFCI ingin menegaskan bahwa budaya tidak harus kaku dan hanya disimpan di museum. Budaya bisa hidup, berjalan, dan tampil percaya diri di panggung modern. Dari Cianjur, pesan itu disampaikan lewat kain, riasan, dan langkah para peserta yang menjadi bukti bahwa tradisi dan tren bisa berjalan beriringan.











