Dpnews Indonesia || Jakarta – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) melemah pada perdagangan Selasa (7 April 2026), menyentuh level di atas Rp17.080 per dolar AS.
Menurut data pasar real-time dari berbagai sumber seperti Investing.com dan Xe.com, kurs USD/IDR berada di kisaran 17.080–17.085 pada Selasa pagi hingga siang WIB, naik sekitar 0,3–0,46 persen dibandingkan penutupan sebelumnya di level sekitar 17.006–17.035. Bank Indonesia mencatat kurs transaksi USD pada 7 April 2026 sebesar Rp16.951,81 (beli) hingga Rp17.122,19 (jual).
Pelemahan rupiah ini terjadi seiring penguatan indeks dolar AS yang didorong oleh ekspektasi kebijakan moneter The Fed dan ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Sentimen domestik juga turut memberikan tekanan, termasuk kekhawatiran atas defisit fiskal dan surplus perdagangan yang menyempit.
Analis pasar menyebut rupiah sempat mendekati rekor level terlemah baru di kisaran Rp17.100 dalam beberapa sesi terakhir. Meski demikian, Bank Indonesia disebut-sebut tetap melakukan intervensi di pasar spot dan non-delivery forward untuk menjaga stabilitas mata uang.
Sepanjang awal April 2026, rupiah secara keseluruhan menunjukkan tren pelemahan sekitar 0,9–1,4 persen secara bulanan, meski sempat menguat sementara di awal bulan akibat faktor global yang mereda.
Pergerakan rupiah ke depan masih dipengaruhi oleh dinamika suku bunga global, harga komoditas energi, serta kebijakan fiskal pemerintah dalam menjaga defisit di bawah 3 persen dari PDB.
Data di atas merupakan update per 7 April 2026 dan dapat berubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan pasar.











