Dpnews Indonesia || Cianjur – Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Cianjur, Ruhli Solehudin, S.Ag., M.Si., terus mendorong peningkatan kualitas sarana dan prasarana pendidikan, khususnya di jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Tak hanya mengandalkan anggaran dari pemerintah, Ruhli juga mengajak seluruh elemen masyarakat dan pihak swasta untuk turut serta berkontribusi dalam mendukung kemajuan pendidikan di Kabupaten Cianjur.
Hal tersebut disampaikan Ruhli kepada awak media Dpnews Indonesia usai menghadiri peringatan Hari Anak Nasional di taman Pancaniti, Kabupaten Cianjur, Selasa (23/7/2025).
“Kami yakin, dengan pemetaan yang matang dan dukungan berbagai pihak, dalam tiga hingga empat tahun ke depan, seluruh sekolah yang mengalami kerusakan berat dapat diperbaiki,” ucapnya optimis.
Ruhli mengakui bahwa hingga saat ini, baru sekitar 25 hingga 30 persen sekolah rusak yang dapat ditangani melalui alokasi anggaran dari Dana Alokasi Umum (DAU), APBD Provinsi, maupun bantuan dari pemerintah pusat.
Untuk itu, ia menegaskan pentingnya memaksimalkan penggunaan ruang kelas yang masih layak untuk mendukung kelangsungan kegiatan belajar mengajar (KBM), sambil menunggu proses perbaikan ruang kelas yang rusak.
“Kami menghimbau kepada seluruh sekolah agar menggunakan ruang kelas yang masih layak. Misalnya, jika dari enam kelas di sebuah sekolah, tiga mengalami kerusakan, maka tiga lainnya tetap bisa dimanfaatkan untuk KBM sementara,” terangnya.
Lebih lanjut, Ruhli menyampaikan bahwa pihaknya telah meminta seluruh Koordinator Pendidikan (Kordik) jenjang SD dan SMP untuk memprioritaskan penanganan sekolah dengan kondisi kerusakan paling parah, berdasarkan data Berita Acara Serah Terima (BAST) yang tersedia.
“Sekolah yang dikategorikan rusak berat adalah yang sudah tidak memiliki atap sama sekali. Sementara itu, jika hanya beberapa genting yang jatuh, kami tetap mencatatnya, namun kami mohon pengertiannya karena prioritas diberikan pada sekolah yang benar-benar tidak bisa digunakan,” jelasnya.
Ia menutup pernyataannya dengan harapan besar agar program ini menjadi langkah strategis dalam mendorong kemajuan pendidikan di Cianjur, terutama bagi siswa-siswi yang terdampak langsung oleh kondisi infrastruktur yang kurang memadai.











