Scroll untuk baca artikel
BeritaNasional

BGN Klarifikasi Polemik 19.000 Ekor Sapi untuk Program MBG: Hanya Simulasi Perhitungan

76
×

BGN Klarifikasi Polemik 19.000 Ekor Sapi untuk Program MBG: Hanya Simulasi Perhitungan

Sebarkan artikel ini

Dpnews Indonesia || Jakarta – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Dadan Hindayana meluruskan pernyataannya mengenai kebutuhan 19.000 ekor sapi dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ia menegaskan bahwa angka tersebut bukan merupakan kebutuhan riil harian, melainkan hanya simulasi atau pengandaian perhitungan.

Dalam siaran pers pada Kamis (23/4/2026), Dadan menjelaskan bahwa perhitungan itu muncul dari skenario hipotetis jika seluruh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) secara serentak memasak menu berbahan daging sapi pada hari yang sama.

Baca juga :  Purbaya Akui Tolak Pengadaan Motor Listrik untuk SPPG Tahun Lalu

“Ini hanya pengandaian. Jadi, satu SPPG kalau dia masak daging sapi maka dia butuh satu ekor. Kalau seluruh SPPG kita perintahkan nanti tanggal sekian mau masak sapi, itu tinggal dijumlahkan berapa jumlah SPPG kalikan satu ekor sapi,” ujarnya.

Menurut Dadan, kebutuhan daging sapi untuk sekali masak di satu SPPG mencapai sekitar 350 hingga 382 kilogram, yang setara dengan satu ekor sapi untuk bagian dagingnya saja. Menu MBG sendiri bersifat fleksibel dan mencakup berbagai sumber protein, seperti telur, ayam, ikan, maupun daging sapi, sesuai dengan kondisi dan ketersediaan bahan di lapangan.

Baca juga :  BGN Cianjur Perketat Pengawasan SPPG, Tiga Dapur Disuspend

Pernyataan awal Dadan sempat memicu polemik karena menu MBG yang selama ini lebih sering menyajikan bahan protein selain daging sapi dalam jumlah besar. Klarifikasi ini disampaikan untuk menghindari kesalahpahaman di masyarakat mengenai skala dan pelaksanaan program tersebut.

BGN menekankan bahwa program MBG tetap berfokus pada pemenuhan gizi seimbang bagi masyarakat, dengan penyesuaian menu yang realistis dan berkelanjutan. Hingga saat ini, belum ada indikasi bahwa simulasi tersebut diterapkan sebagai kebijakan operasional harian.

Baca juga :  BGN Gelontorkan Rp 113,9 Miliar untuk Jasa Event Organizer, Picu Sorotan Publik
Facebook Comments Box
error: Content is protected !!