Scroll untuk baca artikel
BeritaEkonomi

Binance Ungkap Dugaan Awal Peretasan: Bermula dari Laptop Insinyur DevOps

24
×

Binance Ungkap Dugaan Awal Peretasan: Bermula dari Laptop Insinyur DevOps

Sebarkan artikel ini

Dpnews Indonesia || Jakarta – Bursa kripto terbesar dunia, Binance, mengungkapkan hasil investigasi awal terkait insiden keamanan yang terjadi pada 29 Oktober 2026. Perusahaan menyatakan bahwa celah peretasan diduga bermula dari laptop milik seorang insinyur DevOps yang telah dikompromikan.

Dalam pernyataan resmi yang dirilis melalui akun X (@binance), Binance menjelaskan bahwa laptop tersebut memungkinkan penyerang memperoleh akses ke service container internal. Dari situ, penyerang berhasil mengajukan transaksi penarikan dana tanpa otorisasi. Estimasi total dampak insiden ini mencapai sekitar 6,3 miliar dollar AS.

Baca juga :  Kritik Keras Sekjen JMPD Terkait Mentri Desa Merendahkan Profesi Wartawan dan LSM

Binance menegaskan belum menemukan bukti kebocoran kunci pribadi (private key) dari dompet digital mereka. “Investigasi awal Binance menunjukkan bahwa insiden keamanan mungkin melibatkan laptop insinyur DevOps yang disusupi, yang memungkinkan penyerang mendapatkan akses ke wadah layanan dan mengirimkan transaksi penarikan tidak sah. Kami tidak menemukan bukti adanya kebocoran kunci pribadi dompet,” tulis perusahaan tersebut.

Hingga saat ini, Binance bersama mitra blockchain telah berhasil membekukan sekitar 3 miliar dollar AS aset yang terdampak secara on-chain. Perusahaan berkomitmen menanggung seluruh kerugian pengguna melalui dana SAFU (Secure Asset Fund for Users) serta dana internal perusahaan. Dana milik pengguna dinyatakan aman.

Sebagai langkah pencegahan, Binance sementara menghentikan layanan setoran dan penarikan, mencabut otorisasi alamat yang terdampak, serta bekerja sama dengan aparat penegak hukum dan perusahaan intelijen blockchain untuk menelusuri serta memulihkan aset.

Binance menjanjikan akan merilis laporan teknis (post-mortem) secara rinci setelah investigasi selesai dan seluruh fakta terverifikasi. Perusahaan juga berencana menerbitkan pembaruan Proof of Reserves setelah proses remediasi tuntas.

Insiden ini menjadi salah satu kasus keamanan terbesar di industri kripto. Binance mengimbau pengguna untuk tetap waspada terhadap potensi penipuan dan hanya mempercayai saluran informasi resmi.

Baca juga :  Bitcoin Depot Gulung Tikar, Ribuan ATM Kripto di AS hingga Australia Resmi Offline
Facebook Comments Box
error: Content is protected !!