Dpnews Indonesia || Bekasi – Dunia jurnalistik & aktivis sosial di indonesia kembali terusik.Kali ini, pernyataan dari Mentri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT). Yandri susanto, mengeluarkan pernyataan yang menilai merendahkan profesi Wartawan dan LSM.
Dalam sebuah video yang beredar luar,Yandri menyebut wartawan dan LSM sebagai “Bodrex” serta menuding mereka sering mengganggu Kepala Desa dengan meminta uang.
Tak hanya itu. ia bahkan meminta aparat kepolisian dan Kejaksaan segera menertibkan dan menangkap mereka.
Pernyataan itupun langsung menuai kritik keras dari Sekjen LSM JMPD kabupaten Bekasi Rakim sonjaya.
“Ucapan Mentri Desa itu sungguh tidak pantas seperti orang yang tidak berpendidikan. Dan melukai hati kami, profesi wartawan dan LSM adalah profesi yang mulia, bekerja untuk kepentingan publik dan sebagai pilar demokrasi. Saya yakin seluruh wartawan dan aktivis di indonesia merasa tersakiti, sama ucapan Mentri Desa itu,” katanya.
Ia menekankan jika Mentri Desa ingin mengkritik, seharusnya dia menggunakan istilah “oknum” untuk merujuk ke individu tertentu, bukan menyamaratakan seluruh profesi.
“Seorang mentri harus memahami peran wartawan dan LSM dalam mengawasi pemerintahan. Jika ada oknum yang menyalahgunakan profesinya. Itu ranah hukum, bukan dengan meng stigma keseluruhan profesi,” pungkasnya.











