Scroll untuk baca artikel
BeritaNasional

BMKG Prediksi Musim Kemarau Lebih Awal Berlangsung Lebih Lama

189
×

BMKG Prediksi Musim Kemarau Lebih Awal Berlangsung Lebih Lama

Sebarkan artikel ini

Dpnews Indonesia || Jakarta – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi musim kemarau 2026 di sebagian besar wilayah Indonesia akan datang lebih awal dibandingkan rata-rata klimatologis dan berpotensi lebih kering serta berlangsung lebih lama.

Menurut prediksi resmi BMKG yang dirilis awal Maret 2026, musim kemarau diprediksi mulai memasuki sebagian besar wilayah secara bertahap antara April hingga Juni 2026, diawali dari Nusa Tenggara kemudian menyebar ke wilayah lain. Sebanyak 114 Zona Musim (ZOM) atau 16,3% wilayah diperkirakan memasuki kemarau pada April, 184 ZOM (26,3%) pada Mei, dan 163 ZOM (23,3%) pada Juni.

Baca juga :  Nilai Tukar Rupiah Melemah Lebih Dalam Ditekan Harga Minyak

Awal musim kemarau di 325 ZOM (46,5%) diprediksi maju (lebih awal) dari normal, sementara durasi kemarau secara keseluruhan diprakirakan lebih panjang di 400 ZOM atau sekitar 57,2% wilayah. Akumulasi curah hujan selama periode kemarau diprediksi bawah normal atau lebih kering dari biasanya di 451 ZOM (64,5% wilayah). Puncak musim kemarau diperkirakan terjadi pada Agustus 2026 di 429 ZOM (61,4% wilayah).

Baca juga :  Operator Alat Berat di Cianjur Tewas Tertimbun Tanah Tebing 10 Meter di Galian Pasir

Kondisi ini dipengaruhi oleh berakhirnya fenomena La Niña lemah pada Februari 2026, yang saat ini bergeser ke fase netral. BMKG menyebutkan adanya peluang 50-60% munculnya El Niño kategori lemah hingga moderat mulai pertengahan 2026, yang dapat memperburuk kondisi kekeringan.

BMKG mengimbau masyarakat dan pemerintah daerah untuk mewaspadai potensi dampak, antara lain kekeringan yang memengaruhi pasokan air bersih dan pertanian, serta peningkatan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla), terutama di wilayah rawan seperti Sumatra, Kalimantan, dan sebagian Jawa. Penurunan kualitas udara akibat asap juga menjadi perhatian.

Baca juga :  Kapolres Majalengka Berikan Bantuan Kepada Ketua Ponpes Sabilul Yaqin

Masyarakat diimbau menghemat penggunaan air, menjaga lingkungan, serta mengikuti informasi cuaca terkini dari BMKG. Pemerintah daerah diminta menyiapkan langkah antisipasi di sektor pertanian, sumber daya air, dan kebencanaan untuk meminimalkan dampak musim kemarau tahun ini.

Prediksi ini dapat berubah seiring dinamika atmosfer dan laut yang terus dipantau BMKG. Masyarakat disarankan mengakses informasi resmi melalui situs bmkg.go.id atau aplikasi Info BMKG.

Baca juga :  Pemprov Jabar Beri Kompensasi untuk Angkot dan Delman di Cianjur Saat H-3 Lebaran
Facebook Comments Box
error: Content is protected !!