Scroll untuk baca artikel
BeritaNasional

Dedi Mulyadi Minta Kebun di Lereng TNGGP Ditertibkan, Pendaki Bakal Dibatasi

171
×

Dedi Mulyadi Minta Kebun di Lereng TNGGP Ditertibkan, Pendaki Bakal Dibatasi

Sebarkan artikel ini

Dpnews Indonesia || Cianjur – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi meminta Pemerintah Kabupaten Cianjur dan Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) segera menertibkan aktivitas pertanian di lereng gunung. Aktivitas pembukaan lahan dinilai berpotensi mengurangi daya resap air dan meningkatkan risiko bencana di wilayah hilir.

Hal itu disampaikan Dedi saat kunjungan kerja ke Wisata Alam Pangsalatan, Dusun 3, Kampung Dauwan, Desa Cimacan, Kecamatan Cipanas, Cianjur, Rabu (2/9/2026). Dedi tiba sekitar pukul 10.55 WIB dan disambut Wakil Bupati Cianjur Ramzi. Kegiatan tersebut dihadiri sekitar 800 orang yang terdiri atas warga, relawan, dan petugas yang terlibat dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan.

Baca juga :  Sayembara Dedi Mulyadi Berakhir, Rp 250 Juta Diserahkan untuk Korban Penganiayaan

Dalam dialog bersama masyarakat, Dedi menegaskan kawasan lereng TNGGP harus dikembalikan pada fungsi konservasinya. Menurutnya, pembukaan kebun di kawasan lereng dapat mengganggu fungsi ekologis hutan dan meningkatkan ancaman banjir, termasuk di wilayah Cipanas hingga pusat Kota Cianjur.

Selain penertiban lahan, Dedi meminta pembenahan jalur pendakian Gunung Gede, mulai dari jalan setapak, jembatan hingga fasilitas toilet. Ia juga mendorong penanaman pohon secara masif di kawasan TNGGP maupun wilayah penyangga.

Dedi turut mengusulkan pembatasan jumlah pendaki untuk menjaga daya dukung lingkungan. Ia menegaskan Gunung Gede tidak boleh berubah menjadi kawasan komersial, termasuk dengan keberadaan warung di sepanjang jalur pendakian yang dinilai bertentangan dengan prinsip konservasi.

Baca juga :  Diduga Dihalangi Pihak Penagih, LBH Bakti Cahaya Keadilan Minta Polres Cianjur Tindak Tegas Penarikan Paksa Kendaraan

Persoalan sampah juga menjadi perhatian. Para relawan diminta aktif mengedukasi dan mengawasi pendaki agar membawa kantong sampah pribadi serta membawa kembali seluruh sampah yang dihasilkan selama berada di kawasan gunung.

Dalam kesempatan itu, Dedi juga memberikan apresiasi kepada 486 relawan yang terlibat dalam pemadaman kebakaran hutan dan lahan di TNGGP. Masing-masing relawan menerima bantuan sebesar Rp600 ribu, dengan penyesuaian berdasarkan lama keterlibatan hingga maksimal 10 hari kerja.

Bantuan akan disalurkan melalui Bank BJB kepada relawan yang telah terdata.

Dedi menegaskan, pelestarian Gunung Gede Pangrango merupakan tanggung jawab bersama. Penertiban aktivitas di lereng, pengendalian jumlah pendaki, penghijauan, serta pengelolaan sampah dinilai penting untuk menjaga kelestarian ekosistem sekaligus mencegah potensi bencana di wilayah Cianjur.

Baca juga :  Kondisi Padli Membaik, Kiper Utama Kecamatan Mande Dipastikan Ikut Berlaga Di Semi Final
Facebook Comments Box
error: Content is protected !!