Scroll untuk baca artikel
BeritaNasional

Dirugikan Miliaran Rupiah, Warga Cianjur Diduga Jadi Korban Pinjaman Bodong

467
×

Dirugikan Miliaran Rupiah, Warga Cianjur Diduga Jadi Korban Pinjaman Bodong

Sebarkan artikel ini

Dpnews Indonesia || Cianjur – Ratusan warga di Kampung Pamokolan, Desa Sukamanah, Kecamatan Karang Tengah, Kabupaten Cianjur, mendapati diri mereka terjerat utang di bank dengan jumlah fantastis, padahal mereka tidak pernah mengajukan pinjaman dengan jumlah yang sangat besar.

Modus yang diduga kuat dilakukan oleh HS, yang tak lain adalah Istri Ketua RW setempat, adalah meminjam nama warga untuk mengajukan kredit ke beberapa bank. Laporan ini disampaikan oleh para korban kepada H. Efi, selaku tokoh masyarakat, pada Rabu (5/11/2025).

Baca juga :  10 Tahun Menanti Bantuan Rutilahu, Rumah Lansia di Sindangbarang Terancam Banjir

Keresahan warga memuncak ketika mereka didatangi oleh pihak bank untuk menagih utang dengan nilai yang sangat besar, bervariasi dari Rp 25 juta hingga Rp 170 juta. Yang membuat mereka semakin geram, uang yang mereka terima tidak sesuai dengan jumlah pinjaman yang tercatat di bank.

“Saya hanya terima Rp 1 juta, tapi di bank catatannya pinjam Rp 75 juta di BRI Unit Pamoyanan,” ujar DH (60) salah satu korban, dengan suara bergetar.

Baca juga :  Dukung Garuda Muda Indonesia, Polres Purwakarta Gelar Nobar Hingga Di Tiap Polsek

Kisah serupa dialami korban lain yang hanya menerima Rp 15 juta, namun harus menanggung beban utang sebesar Rp 170 juta. Pinjaman ini diduga diajukan ke beberapa bank.

Akibat gagal bayar, konsekuensinya sudah mulai dirasakan. Salah satu rumah warga bahkan telah dipasang plang sita oleh pihak salah satu Bank. Para korban mengaku tidak mengetahui proses pencairan dana pinjaman tersebut, karena uang yang mereka terima diberikan langsung oleh HS.

Baca juga :  Lapas Cianjur Gelar Apel Siaga Nataru 2025, Empat Petugas Terima Penghargaan

“Kami dapat uangnya dari saudari (HS), kami tidak tahu proses pencairan di bank seperti apa karena kami hanya di suruh menandatangani formulir yang di berikan saja,” tutur seorang korban lain.

Sebagai jaminan pinjaman, HS mengagunkan sertifikat rumah dan Surat Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (BPKB) milik warga. Para korban juga menyebut ada seorang surveyor dari salah satu bank berinisial JO yang terlibat dalam proses pengajuan kredit ini.

Baca juga :  Polsek Cikarang Utara Gelar Operasi Kejahatan Jalanan dan Patroli Biru Antisipasi 3C

“Awalnya kami percaya sama dia (HS) karena dilihat dari mobil dan uangnya yang banyak. Ternyata, kami ditipu,” keluh seorang korban, mencoba menahan amarah.

Menyikapi hal ini, H. Efi mendesak pihak berwajib dan instansi terkait untuk segera mengambil tindakan tegas. Ia menegaskan bahwa jika tidak ada penyelesaian yang jelas, massa akan turun ke jalan untuk melakukan demonstrasi ke pihak-pihak bank yang terlibat.

Baca juga :  Prabowo Tiba di Jepang Lanjut ke Korea Selatan, Indonesia Siap Borong Jet Tempur KF-21

“Kami meminta aparat dan OJK (Otoritas Jasa Keuangan) turun tangan. Ini sudah meresahkan masyarakat dan merugikan secara materiil yang tidak sedikit,” tegas H. Efi.

Hingga berita ini diturunkan, upaya untuk mendapatkan konfirmasi dari HS maupun perbankan belum berhasil. Kasus ini kini tengah dalam pantauan dan diharapkan segera menemui titik terang untuk meredakan keresahan warga.

Baca juga :  Tabir Kelam PMI/TKW Ilegal: Antara Status Darurat TPPO dan Lemahnya Garda Terdepan
Facebook Comments Box
error: Content is protected !!