Scroll untuk baca artikel
BeritaHukum dan Kriminal

Dua Siswa SD di Cianjur Diduga Jadi Korban Percobaan Penculikan, Polisi Masih Selidiki Pelaku

24
×

Dua Siswa SD di Cianjur Diduga Jadi Korban Percobaan Penculikan, Polisi Masih Selidiki Pelaku

Sebarkan artikel ini

Dpnews Indonesia || Cianjur – Warga Desa Kademangan, Kecamatan Mande, Kabupaten Cianjur, digegerkan oleh kabar dugaan percobaan penculikan yang menimpa dua siswa kelas I SDN Cibalagung. Peristiwa itu terjadi pada Selasa, 28 Juli 2025, sekitar pukul 11.00 WIB, tepat setelah bel pulang sekolah berbunyi. Beruntung, kedua anak berusia tujuh tahun itu ditemukan dalam keadaan selamat, meskipun sempat mengalami trauma akibat kejadian yang tidak mereka pahami.

Kapolsek Mande AKP Eriyanto menjelaskan kronologi awal berdasarkan hasil penyelidikan sementara. Saat kejadian, para wali murid masih berkumpul di area sekolah. Kedua korban yang rumahnya berada di belakang sekolah memutuskan pulang berjalan kaki. Di tengah perjalanan, mereka didekati oleh orang tak dikenal yang mengajak keduanya naik ke dalam sebuah mobil. Tanpa curiga, kedua anak itu pun menurut dan ikut masuk.

Baca juga :  Gubernur Dedi Mulyadi Kunjungi Korban Kecelakaan KA di Bekasi Timur

Di dalam kendaraan, suasana mulai berubah. Salah satu dari korban terus menangis sepanjang perjalanan. Tangisan itu diduga membuat pelaku panik. Alih-alih melanjutkan perjalanan, pelaku kemudian menurunkan kedua anak tersebut di area persawahan Kampung Sukamantri, Kecamatan Karangtengah. Salah satu anak terus menangis selama di dalam mobil. Kemudian keduanya diturunkan di wilayah Karangtengah, ujar AKP Eriyanto.

Setelah diturunkan di lokasi yang asing bagi mereka, kedua anak berjalan kaki tanpa arah yang jelas. Rasa takut bercampur bingung membuat mereka hanya bisa berjalan menyusuri jalan desa. Hingga akhirnya, mereka bertemu dengan warga setempat yang langsung menegur dan bertanya hendak ke mana. Dengan polos, kedua korban menjawab ingin pulang ke Kampung Cibalagung.

Melihat kondisi kedua anak yang tampak ketakutan dan tidak didampingi orang dewasa, warga segera mengamankan mereka. Untuk mempercepat pencarian keluarga, warga memotret kedua anak dan menyebarkan foto tersebut melalui media sosial serta grup WhatsApp warga. Upaya cepat itu membuahkan hasil. Keluarga korban melihat foto yang beredar dan langsung menuju lokasi. Sekitar pukul 16.00 WIB, orang tua menjemput kedua anaknya dengan rasa lega bercampur khawatir.

Hingga saat ini, pihak kepolisian masih mengalami kendala dalam mengidentifikasi pelaku. AKP Eriyanto menyebut usia korban yang masih sangat belia menjadi salah satu faktor. Korban masih kelas satu SD, sehingga saat dimintai keterangan mereka belum bisa menjelaskan identitas maupun ciri-ciri pelaku secara jelas, katanya. Anak-anak belum mampu mengingat detail wajah, jenis mobil, maupun percakapan yang terjadi di dalam kendaraan.

Baca juga :  Ribuan Anggota BPD Hadiri Paturay Tineung di Purwakarta, ABPEDNAS Tegaskan Komitmen Perkuat Sinergi Pembangunan Desa

Selain itu, belum ada saksi mata yang melihat secara langsung proses kedua anak diajak masuk ke mobil. Hal ini membuat proses penyelidikan menjadi lebih rumit. Sampai saat ini belum ada saksi yang melihat secara langsung proses anak-anak tersebut naik ke mobil. Kami masih terus melakukan pendalaman, jelas Kapolsek. Polisi kini fokus menelusuri rekaman CCTV di sekitar sekolah dan jalur yang diduga dilalui pelaku.

Meski sempat mengalami kejadian yang menakutkan, AKP Eriyanto memastikan kondisi kedua korban baik-baik saja secara fisik. Tidak ditemukan tanda kekerasan maupun luka. Berdasarkan keterangan awal dari anak, pelaku tidak memberikan iming-iming uang atau barang. “Alhamdulillah kedua anak selamat dan tidak mengalami luka maupun kekerasan. Dari keterangan korban, mereka hanya diajak jalan-jalan, tidak ada iming-iming uang ataupun pemberian lainnya, ucapnya.

Sebagai langkah antisipasi, pada Rabu 29 Juli 2025, Kapolsek Mande mendatangi langsung SDN Cibalagung. Ia memberikan pembinaan kepada para siswa, guru, dan orang tua. Polisi mengimbau anak-anak agar tidak mudah percaya dan mengikuti ajakan orang yang tidak dikenal.

Sementara itu, orang tua diminta memperketat pengawasan, terutama saat jam pulang sekolah. Pihak sekolah juga didorong memperkuat komunikasi dengan wali murid dan menambah pengawasan di lingkungan sekolah. Saat ini kasusnya masih dalam tahap penyelidikan untuk mengungkap pelaku dan motif kejadian tersebut, pungkas AKP Eriyanto.

Baca juga :  Polres Purwakarta Terus Lakukan Pengawasan Dan Pengamanan Kegiatan Sorlip Surat Suara Pemilu 2024
Facebook Comments Box
error: Content is protected !!