Dpnews Indonesia || Jakarta – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) kembali mencetak rekor terlemah baru, menyentuh level di atas Rp 17.700 per dolar AS pada perdagangan Selasa (19/5/2026). Pelemahan ini memperpanjang tren tekanan yang telah berlangsung sejak awal bulan, di tengah penguatan dolar global dan kekhawatiran pasar terhadap prospek ekonomi domestik.
Menurut data pasar yang dikutip dari berbagai sumber, rupiah sempat menyentuh Rp 17.727 per dolar AS, melemah lebih dari 0,3 persen dalam sehari. Sepanjang tahun berjalan, mata uang Garuda telah terdepresiasi hampir 8 persen, menjadikannya salah satu mata uang berkinerja terburuk di Asia. Level ini melampaui rekor sebelumnya di kisaran Rp 17.600 yang tercatat pada 15 Mei lalu.
Analis menilai pelemahan rupiah dipicu kombinasi faktor eksternal dan internal. Dari luar, penguatan dolar AS akibat ketegangan geopolitik dan ekspektasi suku bunga The Fed yang lebih tinggi memberikan tekanan. Sementara itu, arus keluar dana asing dari pasar keuangan Indonesia serta kekhawatiran atas defisit neraca berjalan turut memperburuk sentimen.
Perbaikan Fiskal Paling Ditunggu Pasar
Pemerintah dan Bank Indonesia (BI) menjadi sorotan utama. Gubernur BI Perry Warjiyo menyatakan rupiah saat ini berada di bawah nilai fundamentalnya (undervalued) dan meyakini akan menguat kembali pada Juli atau Agustus 2026, sejalan dengan pola historis. BI disebut telah meningkatkan intervensi di pasar valuta asing, meski cadangan devisa mengalami penurunan.
Pasar kini paling menanti langkah konkret perbaikan fiskal dari pemerintah untuk meredam kekhawatiran defisit dan ekspansi belanja yang berpotensi membebani APBN. Stabilitas fiskal dianggap kunci untuk mengembalikan kepercayaan investor di tengah volatilitas global yang tinggi.
Hingga berita ini ditulis, perdagangan rupiah masih berfluktuasi di kisaran Rp 17.600–17.700 per dolar AS. Pelaku pasar akan mencermati hasil rapat kebijakan moneter BI serta data neraca pembayaran kuartal I 2026 yang akan dirilis dalam waktu dekat.











