Scroll untuk baca artikel
BeritaPekerja Migran Indonesia

Dugaan Praktik Perbudakan Modern Terhadap PMI Ilegal di Timur Tengah Meningkat

207
×

Dugaan Praktik Perbudakan Modern Terhadap PMI Ilegal di Timur Tengah Meningkat

Sebarkan artikel ini

Pekerja Migran Indonesia

Dpnews Indonesia || Jakarta – Memasuki Maret 2026, gelombang pengaduan dari Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang terjebak di negara-negara Timur Tengah, khususnya Arab Saudi, kian mengkhawatirkan. Para pekerja yang diduga diberangkatkan secara non-prosedural ini melaporkan kondisi kerja yang tidak manusiawi di bawah naungan perusahaan penyalur lokal atau yang lazim disebut Syarekah.

​Modus operandi yang ditemukan di lapangan menunjukkan bahwa sebagian besar korban diberangkatkan menggunakan visa kunjungan atau kerja pendamping yang berdurasi singkat, yakni 90 hari.

Baca juga :  Prabowo Tunjuk AHY Gantikan Luhut Pimpin Komite Kereta Cepat Jakarta-Bandung

Keterangan gambar foto ilustrasi

Namun, setibanya di negara penempatan, mereka dipaksa bekerja layaknya budak belian dengan kontrak sepihak selama dua tahun, bahkan banyak pengaduan yang lebih dari dua tahun pun sangat sulit untuk pulang, seolah pihak pengguna sangat rugi seandainya aset mereka yang selalu mendulang uang harus hilang.

​Berdasarkan kesaksian melalui video singkat yang diterima oleh posko pengaduan Dpnews Indonesia, para PMI mengaku hidup dalam kurungan. Fasilitas yang didapat jauh dari kata layak:

Baca juga :  Menjaga Kondusifitas Kamtibmas di Bulan Suci Ramadhan Oleh Polsek Maja

​​Menanggapi situasi krusial ini, Doel, aktivis pemerhati migran dari Dpnews Indonesia, menyatakan keprihatinan mendalam atas perlakuan yang menimpa para pahlawan devisa tersebut. Menurutnya, praktik ini sudah masuk dalam kategori pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) berat.

​”Kondisi mereka sangat miris. Mereka terjebak dalam sistem yang tidak memberi ruang untuk pulang sebelum dua tahun, sementara hak-hak dasar mereka sebagai manusia diabaikan. Ini bukan lagi hubungan kerja, ini adalah perbudakan modern,” ujar Doel dalam keterangan resminya.

Baca juga :  Dugaan Perselingkuhan Oknum Bidan Puskesmas di Mande Mengemuka, Berawal dari Kecurigaan Warga Selama Enam Bulan

​Doel mendesak pemerintah Indonesia untuk segera mengambil langkah diplomasi yang tegas. Ada dua poin utama yang ditekankan oleh posko Dpnews Indonesia yakni:

​Hingga berita ini diturunkan, pihak DpNews terus berupaya menjalin komunikasi dengan kementerian terkait guna mempercepat proses evakuasi dan perlindungan bagi para PMI yang masih terisolasi di sana.

Baca juga :  Soal Hoax Layanan Tambal Ban Online Gratis, Dishub Solo Imbau Warga Hati-hati
Facebook Comments Box
error: Content is protected !!