Dpnews Indonesia || Surabaya – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur menetapkan enam daerah dalam status siaga kekeringan menyusul masuknya musim kemarau tahun 2026. Kondisi ini dipicu oleh curah hujan yang rendah sejak April lalu dan prediksi musim kemarau yang lebih panjang dan kering dari rata-rata.
Keenam daerah tersebut adalah Kabupaten Bojonegoro, Tuban, Lamongan, Gresik, Sumenep, dan Kabupaten Probolinggo. Menurut data BPBD Jatim per pertengahan Mei 2026, puluhan desa di wilayah-wilayah ini telah mengalami kekeringan meteorologis dan kekeringan hidrologis, dengan beberapa sumber air bersih mulai mengering.
Kepala BPBD Jawa Timur, Subandi, menyatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan BMKG dan Perumda Air Minum setempat untuk memantau titik-titik rawan. “Kami mendorong pemerintah kabupaten melakukan pendistribusian air bersih secara rutin dan mempersiapkan sumur bor darurat jika diperlukan,” ujarnya.
BMKG memprediksi musim kemarau di Jawa Timur berlangsung hingga Oktober 2026 dengan potensi Hari Tanpa Hujan (HTH) di atas 60 hari di beberapa wilayah. Petani di daerah yang terdampak juga diimbau untuk menyesuaikan pola tanam dan beralih ke tanaman tahan kekeringan.
Hingga saat ini, belum dilaporkan adanya korban jiwa akibat kekeringan, namun BPBD terus memantau perkembangan dan siap mengerahkan bantuan logistik jika status siaga ditingkatkan menjadi darurat. Masyarakat diimbau melaporkan kekeringan di lingkungannya melalui call center BPBD setempat.











