Dpnews Indonesia || Jakarta – Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengumumkan peningkatan status Gunung Anak Krakatau dari level normal ke Siaga (Level 3), Sabtu (4 Juli 2026). Kenaikan status ini dipicu oleh peningkatan tekanan magma yang signifikan di dalam tubuh gunung.
Menurut keterangan resmi PVMBG, aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau menunjukkan tren kenaikan sejak beberapa hari terakhir. Parameter pemantauan mencatat peningkatan tekanan magma yang mencapai level 3, disertai peningkatan gempa vulkanik dan tremor yang lebih intens.
“Status Siaga diberlakukan mulai hari ini pukul 12.00 WIB. Masyarakat dan wisatawan dilarang mendekati kawasan dalam radius 3 kilometer dari kawah,” ujar Kepala PVMBG, dalam pernyataan tertulis yang diterima media.
Saat ini, gunung yang terletak di Selat Sunda tersebut masih menunjukkan aktivitas erupsi lemah berupa hembusan asap dan material lava di kawah. PVMBG terus memantau perkembangan secara real-time melalui seismograf dan satelit.
Masyarakat di sekitar pesisir Selat Sunda diimbau untuk tetap tenang namun waspada terhadap potensi lontaran material vulkanik dan tsunami vulkanik jika terjadi erupsi yang lebih besar. Pemerintah daerah setempat telah menyiapkan posko pengungsian dan jalur evakuasi sebagai langkah antisipasi.
Informasi terkini akan terus di-update melalui kanal resmi PVMBG dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).











