Scroll untuk baca artikel
BeritaNasional

Dedi Resmi Daftar Bakal Calon Kades Jatimulya, Usung Tujuh Gagasan Pembangunan

68
×

Dedi Resmi Daftar Bakal Calon Kades Jatimulya, Usung Tujuh Gagasan Pembangunan

Sebarkan artikel ini

Dpnews Indonesia || Subang – Dedi resmi mendaftarkan diri sebagai bakal calon Kepala Desa Jatimulya, Kecamatan Compreng, Kabupaten Subang, Kamis (3/9/2026). Jurnalis yang aktif dalam organisasi profesi tersebut membawa tujuh gagasan yang akan menjadi fokus pembangunan apabila mendapat amanah memimpin desa.

Tujuh gagasan itu mencakup perbaikan saluran air pertanian, penguatan ekonomi buruh tani di tengah mekanisasi, pengembangan desa wisata, pembangunan jembatan penghubung Dusun Rancamulya–Tanjung Salep, peningkatan keamanan permukiman, pelestarian Ruwat Bumi Dangiang Jatimulya, serta komitmen menjalankan kontestasi tanpa politik uang.

Baca juga :  Pendaftaran Pilkades Kendalsari Dibuka, Imamukarto Resmi Mendaftar

Dedi mengatakan, pencalonannya dilandasi keinginan untuk mengabdikan diri kepada masyarakat. Pengalamannya sebagai jurnalis dinilai menjadi bekal dalam melihat persoalan secara langsung, menganalisis akar masalah, sekaligus mencari solusi yang dapat diterapkan.

“Saya mendaftarkan diri sebagai bakal calon kepala desa karena ingin mengabdikan diri kepada masyarakat. Pengalaman sebagai jurnalis juga menjadi bekal untuk melihat persoalan dan mencari solusi,” ujar Dedi.

Prioritaskan Pertanian dan Pengairan

Persoalan pertanian menjadi salah satu perhatian utama Dedi. Ia menilai perbaikan saluran pengairan menuju lahan persawahan perlu menjadi prioritas mengingat pertanian masih menjadi sektor penting bagi masyarakat Jatimulya.

Menurutnya, perbaikan jaringan irigasi diharapkan mampu menjaga produktivitas lahan sekaligus keberlanjutan mata pencaharian petani.

Baca juga :  Praktisi Hukum: Verifikasi Ijazah Bakal Calon Kades Harus Objektif dan Sesuai Mekanisme Pilkades

Selain itu, Dedi menyoroti dampak mekanisasi terhadap buruh tani. Efisiensi penggunaan alat mesin pertanian, menurutnya, harus diimbangi dengan program peningkatan keterampilan agar masyarakat yang terdampak tetap memiliki sumber penghasilan.

“Jangan sampai kemajuan teknologi justru membuat masyarakat kehilangan sumber penghasilan. Buruh tani perlu dibekali keterampilan agar bisa beralih ke pekerjaan lain,” katanya.

Dorong Desa Wisata Berbasis Pertanian

Dedi juga menggagas pengembangan desa wisata dengan memanfaatkan potensi hamparan persawahan Jatimulya. Konsep tersebut diarahkan agar aktivitas pertanian tetap berjalan, tetapi sekaligus menjadi daya tarik wisata dan sumber ekonomi baru bagi masyarakat.

“Pertanian tetap menjadi sektor utama. Tetapi bagaimana aktivitas pertanian itu bisa dikembangkan menjadi daya tarik wisata dan memberikan tambahan penghasilan bagi masyarakat,” ujarnya.

Baca juga :  Anak Disabilitas Korban Pengeroyokan di Karawang Dipindahkan ke RS Purwakarta Atas Permintaan Keluarga

Bangun Jembatan dan Perkuat Keamanan

Di sektor infrastruktur, Dedi mendorong pembangunan jembatan penghubung Dusun Rancamulya dan Tanjung Salep. Infrastruktur tersebut dinilai penting untuk memperlancar mobilitas warga sekaligus mendukung aktivitas ekonomi.

Sementara untuk kawasan permukiman, ia menawarkan penguatan sistem keamanan melalui One Gate System dan pemasangan CCTV. Penataan lingkungan juga akan diarahkan agar tetap mempertahankan karakter serta budaya masyarakat setempat.

Hidupkan Kembali Ruwat Bumi Dangiang

Dalam bidang budaya, Dedi berkomitmen menghidupkan kembali tradisi Ruwat Bumi Dangiang Jatimulya yang dinilai mulai ditinggalkan.

Tradisi tersebut, kata dia, tidak hanya menjadi bentuk pelestarian budaya dan ungkapan syukur atas hasil bumi, tetapi juga dapat memperkuat silaturahmi warga. Bahkan, Ruwat Bumi berpotensi menjadi bagian dari pengembangan desa wisata dan menggerakkan perekonomian masyarakat.

Baca juga :  Sejumlah Orang Tua Wali Murid Keluhkan Kegiatan Study Kampus

Tolak Politik Uang

Dedi juga menegaskan komitmennya mengikuti kontestasi Pilkades tanpa politik uang. Ia berharap masyarakat menentukan pilihan berdasarkan gagasan, rekam jejak, dan kemampuan calon dalam menjawab persoalan desa.

“Jangan sampai pilihan masyarakat ditentukan karena uang. Saya ingin masyarakat memilih berdasarkan gagasan dan kepercayaan,” tegasnya.

Dedi berharap Pilkades Jatimulya tidak sekadar menjadi momentum pergantian kepemimpinan, tetapi menjadi kesempatan bagi masyarakat menentukan arah pembangunan desa.

Menurutnya, pembangunan Jatimulya harus dilakukan secara menyeluruh dengan menguatkan sektor pertanian, ekonomi masyarakat, keamanan, budaya, pariwisata, dan konektivitas secara beriringan demi meningkatkan kesejahteraan warga.

Baca juga :  H. Umar Ali Agustiar Resmi Daftar Calon Kepala Desa Cipayung, Diantar Antusiasme Ratusan Pendukung
Facebook Comments Box
error: Content is protected !!