Dpnews Indonesia || Jakarta – Harga minyak mentah dunia mengalami lonjakan signifikan dalam beberapa hari terakhir, dipicu oleh eskalasi konflik di Timur Tengah yang mengganggu pasokan melalui jalur strategis seperti Selat Hormuz. Pada perdagangan Senin (9/3/2026) pagi WIB, harga minyak Brent tercatat mencapai sekitar US$106-113 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) berada di kisaran US$103-113 per barel, menandai kenaikan lebih dari 10-15% dalam waktu singkat dibandingkan level sebelumnya.
Lonjakan ini dipengaruhi oleh ketegangan geopolitik yang melibatkan Iran dan negara-negara terkait, menyebabkan pembatasan aliran minyak dari produsen utama di kawasan tersebut. Beberapa sumber pasar mencatat reli harga minyak mencapai level tertinggi dalam beberapa bulan, dengan kekhawatiran gangguan suplai global yang berkelanjutan.
Meski demikian, pemerintah Indonesia menegaskan bahwa harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi, yaitu Pertalite (Rp10.000 per liter) dan Biosolar (Rp6.800 per liter), tidak akan mengalami kenaikan. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyatakan komitmen pemerintah untuk menjaga stabilitas harga BBM subsidi di tengah gejolak harga minyak dunia.
“Pemerintah memastikan harga yang disubsidi, termasuk Pertalite dan Solar, tetap sama selama belum ada kebijakan baru,” ujar Bahlil dalam pernyataan terkini.
Langkah ini bertujuan menjaga daya beli masyarakat serta stabilitas ekonomi nasional, terutama menjelang periode Idul Fitri 2026.
Pemerintah juga menjamin pasokan BBM dan LPG nasional dalam kondisi aman. Kebijakan ini mencerminkan prioritas perlindungan subsidi energi bagi masyarakat, meskipun tekanan fiskal dari kenaikan harga minyak global berpotensi meningkatkan beban anggaran kompensasi.
Hingga saat ini, belum ada indikasi penyesuaian harga BBM non-subsidi seperti Pertamax atau jenis premium lainnya, yang disesuaikan secara periodik berdasarkan mekanisme pasar. Pemerintah terus memantau perkembangan global untuk menjaga keseimbangan antara stabilitas domestik dan dinamika internasional.











