Dpnews Indonesia || Bandung Barat – Jalan Rajamandala Cipeundeuy, tepatnya sekitar 300 meter dari rel kereta stasiun Rajamandala arah (Tempat Pembuangan Akhir )TPA Sarimukti, diduga dibiarkan hancur berlobang tanpa perbaikan. Minggu, 28 April 2024.
Jalan yang dilintasi truk truk pembawa sampah se-Bandung Raya itu sudah berbulan bulan rusak parah. Warga pengguna jalan pun setiap kali mengeluhkan, dengan kondisi jalan berlobang yang menyerupai kolam ketika terjadi hujan. Yang berada di tengah tengah perlintasan.
Tim awak media yang melintas di jalan tersebut mendapatkan berbagai tanggapan dari masyarakat terutama warga yang melintasi jalan. Dan juga pengguna jalan provinsi yang menyambungkan Kabupaten Bandung Barat dan Purwakarta tersebut.
Dengan penuh berharap kepada pihak terkait agar ada pembenahan atau perbaikan sehingga masyarakat bisa mendapatkan kenyamanan.
“Saya gak ngerti kenapa jalan ini seolah dibiarkan rusak, bayangkan pak, sudah lah hilir mudik truk bermuatan sampah setiap hari nya. Dan juga mengeluarkan aroma bau tak sedap, ditambah lagi jalannya pelan, kami mohon untuk pemerintah, tolonglah perhatikan.” Ungkap seorang warga yang tidak mau disebutkan namanya.
Sementara itu Anton pengguna jalan yang terbiasa melintas di daerah tersebut sangat menyayangkan dengan adanya dugaan pembiaran hancurnya jalan yang melintas di Kecamatan Cipatat arah Purwakarta tersebut. Banyaknya truk besar dengan bobot berat pengangkut sampah, membuat kondisi jalan itu semakin memprihatinkan.
“Saya lihat setiap hari semakin parah jalan ini, apalagi di musim hujan, kadang kita terjebak lobang, terus sampai kapan ya akan di biarkan, tidak seperti jalan ini yang mulai masuk ke arah Purwakarta, contoh lah di daerah Cipeundeuy, jalannya bagus, di sini parah duh.” Keluhnya.
Entah apa sebenarnya yang terjadi, dan sampai kapan jalan rusak tersebut akan dibiarkan.











