Scroll untuk baca artikel
BeritaNasional

Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak Masih Banyak Tak Terlapor, Forum PUSPA dan DPPKBP3A Bangun Kolaborasi Intensif

52
×

Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak Masih Banyak Tak Terlapor, Forum PUSPA dan DPPKBP3A Bangun Kolaborasi Intensif

Sebarkan artikel ini

Dpnews Indonesia || Cianjur – Semangat kolaborasi kembali menguat di Kabupaten Cianjur. Forum Partisipasi Publik untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak atau Forum PUSPA menggelar audiensi kedua ke Kantor Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Masyarakat, DPPKBP3A. Pertemuan ini sengaja diagendakan menyusul adanya pergantian pimpinan di instansi tersebut, Senin 22/06/2026.

Rombongan Forum PUSPA tiba di ruang rapat dinas dengan langkah mantap. Ketua Forum PUSPA, Zulfa Indrawati, S.H., M.H.Kes., memimpin langsung barisan pengurusnya. Sambutan hangat datang dari Kepala DPPKBP3A yang baru, Hj. Nurdiyati, S.Hut., M.A.P., bersama jajaran pejabat dan staf. Keakraban itu mencairkan suasana dan membuka ruang diskusi yang jujur.

Baca juga :  Kualitas Buruk Proyek Saluran Irigasi Disesalkan Wakil Rakyat Cianjur

Di atas meja rapat, berbagai realita lapangan dibongkar tanpa tedeng aling-aling. Data dan cerita dari masyarakat menunjukkan bahwa kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Cianjur ternyata jauh lebih banyak dari yang tercatat. Ironisnya, sebagian besar memilih bungkam karena dibelenggu rasa takut, malu, tekanan lingkungan, hingga keraguan pada proses hukum.

Banyak luka yang tidak bersuara,” begitu kira-kira benang merah diskusi itu. Korban kerap menahan derita sendirian, sementara ruang aman untuk mengadu masih terasa jauh. Kondisi inilah yang membuat kedua pihak sepakat: penanganan tidak bisa lagi berjalan sendiri-sendiri.

Hj. Nurdiyati menegaskan posisi Forum PUSPA sebagai mitra strategis pemerintah daerah. Menurutnya, perlindungan perempuan dan anak bukan pekerjaan satu pintu. Dibutuhkan jejaring yang bergerak cepat, menyentuh akar rumput, dan hadir kapan pun dibutuhkan.

Baca juga :  Perkuat Sinergi RT/RW Jelang Pilkades 2026 Lewat Rakor ARWT di Aloha Cianjur

Laporan bisa masuk tengah malam, saat akhir pekan, atau di luar jam kerja. Ketika SDM kami terbatas untuk merespons seketika, kehadiran organisasi seperti Forum PUSPA jadi napas tambahan. Mereka yang turun langsung ke masyarakat sangat membantu kami,” ungkap Hj. Nurdiyati dengan nada optimistis.

Kekuatan Forum PUSPA memang terletak pada gerak lapangan. Organisasi ini punya tim psikolog dan pendamping yang siap terjun saat ada laporan. Pendampingan awal dan asesmen kondisi korban bisa langsung dilakukan di lokasi, sebelum rantai birokrasi berjalan.

Dari diskusi terbuka itu lahirlah kesepakatan kerja bersama yang lebih rapi. Setiap aksi penjangkauan, pertolongan, hingga evakuasi yang dilakukan Forum PUSPA akan dikoordinasikan terlebih dahulu ke DPPKBP3A. Tujuannya satu: agar langkah cepat, terarah, dan tetap sesuai aturan yang berlaku.

Baca juga :  BPIP Undang Mantan Presiden dan Wakil Presiden pada Peringatan Hari Lahir Pancasila 2026

Untuk kasus yang belum sempat dilaporkan, kedua pihak sepakat turun tangan bersama. Forum PUSPA dan DPPKBP3A akan mendampingi korban dari awal hingga proses pelaporan ke kepolisian tuntas. Dengan begitu, korban tidak merasa berjalan sendirian di lorong hukum yang sering terasa menakutkan.

Di akhir pertemuan, Zulfa Indrawati menyampaikan komitmennya. Ia berharap sinergi ini terus menguat di bawah kepemimpinan Hj. Nurdiyati dan seluruh unsur pemerintah daerah. “Kami ingin jadi jembatan bagi warga yang selama ini diam karena takut bicara. Turun langsung, mendampingi, sampai rasa aman itu benar-benar tumbuh, tegasnya.

Senada dengan itu, Hj. Nurdiyati menutup dengan harapan besar. Ia ingin kolaborasi tak berhenti di Forum PUSPA saja, tapi meluas ke desa, komunitas, tokoh agama, dan semua elemen masyarakat. Karena pada akhirnya, Cianjur yang aman untuk perempuan dan anak adalah rumah bersama yang harus kita jaga bersama.

Baca juga :  Polri Bongkar Judi Bola, Dikendalikan Dari Filipina
Facebook Comments Box
error: Content is protected !!