Scroll untuk baca artikel
BeritaEkonomi

Prabowo Instruksikan Dorong Energi Alternatif Etanol Gantikan Pertamax dan Pertalite

128
×

Prabowo Instruksikan Dorong Energi Alternatif Etanol Gantikan Pertamax dan Pertalite

Sebarkan artikel ini

Dpnews Indonesia || Jakarta – Presiden Prabowo Subianto menginstruksikan percepatan pengembangan bahan bakar campuran etanol 20 persen (E20) sebagai upaya mendorong energi alternatif dan memperkuat kemandirian energi nasional.

Instruksi tersebut disampaikan di tengah krisis energi global dan upaya mengurangi ketergantungan impor bahan bakar minyak (BBM). E20 merupakan campuran yang terdiri dari 20 persen etanol berbasis nabati dan 80 persen bensin konvensional. Bahan baku etanol akan bersumber dari komoditas pertanian domestik seperti jagung, ubi kayu (singkong), dan tebu yang melimpah di Indonesia.

Baca juga :  Update Harga BBM Pertamina Berlaku Hari Ini, 16 Maret 2026

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan bahwa arahan Presiden Prabowo ini harus dilanjutkan secara konsisten.

“Arahan Bapak Presiden ini nggak boleh putus. Ini kalau konsisten 10 tahun ini bisa kita mandiri (tidak impor),” ujar Amran dalam konferensi pers di Kantor Kementerian Pertanian, Jakarta, Senin (30/3/2026).

Baca juga :  Diduga Sandra Ijazah: Jeritan Alumni MA Ciranjang Yang Tercekal Administrasi

Program E20 diproyeksikan dapat menggantikan sebagian peran bensin jenis Pertalite dan Pertamax di pasar domestik. Pemerintah menargetkan penerapan mandatori E20 paling lambat pada 2028, sejalan dengan upaya hilirisasi sektor pertanian menjadi biofuel.

Langkah ini sejalan dengan dorongan pemerintah terhadap biofuel lainnya, termasuk peningkatan campuran biodiesel berbasis minyak sawit menjadi B50 pada 2026. Kedua inisiatif tersebut bertujuan menekan impor BBM, mengoptimalkan sumber daya alam domestik, serta meningkatkan ketahanan energi di tengah ketidakpastian geopolitik global.

Baca juga :  KBH Wibawamukti Terpilih Posbakum Pengadilan Negeri Cikarang Ditandai Penandatanganan Nota Kesepahaman

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia sebelumnya juga menyatakan komitmen pemerintah untuk mengoptimalkan potensi etanol dan biodiesel sebagai bagian dari transisi energi baru dan terbarukan.

Pengembangan E20 diharapkan tidak hanya mendukung kemandirian energi, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi sektor pertanian nasional. Pemerintah akan memastikan kesiapan infrastruktur dan teknologi kendaraan untuk mendukung penerapan campuran tersebut.

Baca juga :  Harga BBM Pertamina Stabil Mulai 1 April 2026, Tidak Ada Penyesuaian
Facebook Comments Box
error: Content is protected !!