Dpnews Indonesia || Garut – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memfasilitasi 18 siswi SMKN 2 Garut untuk merapikan rambut mereka di salon setelah dipotong paksa oleh seorang guru Bimbingan Konseling (BK). Tindakan tersebut dilakukan sebagai respons cepat menyusul viralnya video insiden yang menuai perhatian publik.
Menurut Dedi Mulyadi, yang akrab disapa KDM, para siswi beserta orang tua mereka telah ditemui. “Anak-anaknya sudah merapikan rambutnya di salon, kemarin sudah saya kirim mereka ke salon untuk merapikan rambut semuanya,” ujarnya. Langkah ini bertujuan memulihkan kepercayaan diri siswi yang terdampak.
Insiden bermula saat razia rambut di sekolah pada akhir April 2026. Guru BK memotong rambut siswi yang dianggap melanggar aturan karena dicat atau diwarnai. Beberapa siswi mengalami pemotongan meski mengenakan kerudung, sehingga memicu reaksi histeris dan trauma di kalangan korban. Pihak sekolah membenarkan kejadian tersebut sebagai upaya pendisiplinan, namun telah menyampaikan permintaan maaf secara kekeluargaan.
Kasus ini kini menjadi sorotan, dengan Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mendesak evaluasi metode pendisiplinan di sekolah agar lebih menghormati prinsip perlindungan anak. Dedi Mulyadi juga menegaskan pentingnya penanganan yang tepat terhadap oknum guru terkait.
Hingga berita ini diturunkan, proses pendampingan terhadap siswi dan orang tua masih berlangsung.









