Dpnews Indonesia || Cianjur – Seorang Bidan berinisial A di Sukaresmi mengklarifikasi dugaan praktik tanpa SIPB, Ia menuturkan hanya membantu pasien yang Urgen dan itupun hanya pertolongan pertama saja.
Hal itu Ia ungkapkan kepada awak media disaat dirinya memberikan keterangan pers di kediaman rumahnya.
“Terkait pemberitaan yang sudah muncul kami klarifikasi dan kami tidak seperti dalam pemberitaan. Kami menangani pasien tetapi perlu diketahui tidak semua pasien yang kita terima, kategori pasiennya pun yang tergolong darurat, karena seperti yang kita ketahui di Sukaresmi ini masih banyak daerah yang belum terjangkau dan minimnya paskes maka dari itu demi demi kemanusiaan ini hanya pertolongan pertama seperti waktu darurat ataupun pada malam hari ataupun ada beberapa pasien urgen lainnya, kami tegaskan hanya pertolongan pertama pada pasien urgen,” tuturnya, Sabtu, (23/5/26).
Ia juga menjelaskan adapun tempat berbaring itu hanya untuk membuat pasien nyaman dan tenang.
“Adapun beberapa fasilitas itu hanyalah untuk membuat pasien nyaman karena kita tahu yah pasien urgensi perlu ketenangan,” terangnya.
Ia menjelaskan bahwa semua semuanya kesalahpahaman yang harus diluruskan.
“Itu hanya kesalahpahaman semoga nanti kedepannya bisa lebih baik lagi dan nakes di Kabupaten Cianjur ini bisa lebih baik lagi dalam menangani pasien dan seluruh masyarakat,” pungkasnya.











