Scroll untuk baca artikel
BeritaNasional

Korban Kebakaran SPBE Cimuning: Ibu dan Balitanya Termasuk di Antara 17 Orang yang Luka-Luka

118
×

Korban Kebakaran SPBE Cimuning: Ibu dan Balitanya Termasuk di Antara 17 Orang yang Luka-Luka

Sebarkan artikel ini

Dpnews Indonesia || Bekasi – Jumlah korban luka akibat kebakaran hebat di Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) Cimuning, Kelurahan Cimuning, Kecamatan Mustika Jaya, Kota Bekasi, bertambah menjadi 17 orang per Kamis (2/4/2026). Di antara korban tersebut terdapat seorang ibu beserta balitanya.

Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Pol Kusumo Wahyu Bintoro, menyatakan bahwa sebagian besar korban mengalami luka bakar dengan tingkat keparahan di atas 50 persen. Namun, balita yang ikut bersama ibunya Alhamdulillah tidak mengalami luka bakar dan dalam kondisi selamat. Sang ibu masih menjalani perawatan di rumah sakit.

Baca juga :  Kapolsek Cikarang Utara Cek Kesiapan Pengamanan Imlek 2577 Kongzili, di Klenteng Tek Seng Bio

“17 orang yang dilakukan perawatan, sebagian juga memang lukanya luka bakar di atas 50 persen. Ada ibu dan balita, balitanya tadi alhamdulillah tidak terkena luka bakar,” ujar Kusumo di lokasi kejadian, Kamis (2/4/2026).

Para korban, yang meliputi warga sekitar dan pekerja SPBE, telah dievakuasi dan dirawat di sejumlah rumah sakit di wilayah Bekasi, seperti RS Citra Arafiq, RSUD Kota Bekasi, dan RSUD Kabupaten Bekasi. Beberapa di antaranya mengalami luka bakar serius hingga 60-70 persen dan mendapatkan penanganan intensif. Hingga saat ini, tidak dilaporkan adanya korban jiwa.

Baca juga :  Kesra Cianjur Buka Pendaftaran Isbat Nikah untuk Warga

Kebakaran yang terjadi pada Rabu (1/4/2026) malam sekitar pukul 21.00 WIB itu disertai ledakan dan cepat merembet ke permukiman padat penduduk di sekitar SPBE. Api berhasil dipadamkan dini hari setelah upaya pemadaman oleh puluhan unit kendaraan Damkar dari Kota Bekasi dan Kabupaten Bekasi.

Pemerintah Kota Bekasi memastikan seluruh biaya pengobatan korban akan ditanggung penuh, baik melalui BPJS Kesehatan maupun skema lainnya. DPRD Kota Bekasi juga mendesak pendataan cepat terhadap seluruh korban terdampak, termasuk kerugian materiil warga.

Baca juga :  Diduga Diberangkatkan Non-Prosedural, PMI Asal Karawang di Oman Sakit Parah dan Minta Dipulangkan

Polisi masih menyelidiki penyebab pasti kebakaran, dengan dugaan sementara akibat kebocoran gas atau korsleting listrik selama proses pengisian. Pendataan korban dan kerusakan rumah warga terus dilakukan.

Peristiwa ini menyebabkan puluhan rumah warga rusak parah dan ratusan warga terdampak, dengan beberapa di antaranya mengungsi ke rumah kerabat.

Baca juga :  Angsuran KUR BRI April 2026 Makin Ringan, Bunga Tetap 6 Persen Efektif Per Tahun
Facebook Comments Box
error: Content is protected !!