Dpnews Indonesia || Jakarta – Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri akan memberlakukan rekayasa lalu lintas sistem one way nasional pada arus balik Lebaran 2026 di Tol Trans Jawa. Kebijakan ini dimulai Selasa (24/3/2026) guna mengantisipasi peningkatan volume kendaraan dari Jawa Tengah dan Jawa Timur menuju Jakarta.
Kepala Korlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho menyatakan, penerapan one way nasional telah dipastikan sesuai arahan Kapolri dan telah dikoordinasikan dengan Kementerian Perhubungan serta PT Jasa Marga. Skema ini direncanakan flag off pada 24 Maret 2026 untuk mengurai potensi kemacetan saat puncak arus balik.
“Pasti akan kami lakukan one way nasional arus balik yang rencananya sesuai dengan arahan Bapak Kapolri… rencana akan kita flag out untuk arus balik tanggal 24,” ujar Agus, seperti dikutip dari keterangannya pada 22 Maret 2026.
Sebelumnya, Korlantas telah menerapkan one way nasional pada arus mudik mulai 18 Maret 2026 dari KM 70 Tol Cikampek Utama hingga KM 414 Tol Kalikangkung. Skema tersebut dihentikan pada 20 Maret 2026 pukul 13.22 WIB setelah arus mudik dinilai landai pasca puncaknya pada 18 Maret yang mencatat rekor tertinggi sepanjang sejarah dengan lebih dari 270 ribu kendaraan melintas.
Untuk arus balik, Korlantas juga menyiapkan opsi lain seperti contra flow dan ganjil-genap jika diperlukan, tergantung evaluasi volume lalu lintas secara real time. Masyarakat diminta memantau informasi resmi melalui media Korlantas Polri dan mempersiapkan perjalanan dengan mematuhi aturan rekayasa yang berlaku.
Penerapan one way nasional ini bertujuan memperlancar arus balik sekaligus menjaga keselamatan pemudik pasca Idul Fitri 1447 H. Pemudik diimbau mengatur waktu keberangkatan agar menghindari kepadatan di titik-titik rawan.











