Scroll untuk baca artikel
BeritaNasional

Lapas Cianjur Hadirkan Air Bersih untuk Warga sekitar lapas Lewat Sumur Bor di Hari Bakti Pemasyarakatan ke-62

56
×

Lapas Cianjur Hadirkan Air Bersih untuk Warga sekitar lapas Lewat Sumur Bor di Hari Bakti Pemasyarakatan ke-62

Sebarkan artikel ini

Dpnews Indonesia || Cianjur – Dalam semangat pengabdian yang menandai Hari Bakti Pemasyarakatan ke-62, Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Cianjur mengambil langkah nyata untuk menyentuh kebutuhan dasar masyarakat sekitar. Bukan sekadar seremoni, peringatan tahun ini diwujudkan melalui pembangunan sumur bor di area Mushola Nurul Hidayah, sebuah upaya yang diharapkan menjadi denyut kehidupan baru bagi warga Desa Sayang.

Kegiatan bakti sosial tersebut berlangsung selama empat hari, mulai Selasa hingga Jumat, 21–24 April 2026, tepat di Jalan Aria Cikondang Gang Harapan II RT 02 RW 13. Lokasi yang dipilih bukan tanpa alasan. Mushola Nurul Hidayah menjadi pusat aktivitas ibadah sekaligus titik berkumpul warga, sehingga keberadaan air bersih di tempat ini akan memberikan manfaat ganda bagi jamaah dan masyarakat sekitar.

Baca juga :  Arema FC vs Malut United: Singo Edan Menjamu Tim Papan Atas di Kanjuruhan

Kolaborasi menjadi kunci keberhasilan program ini. Lapas Cianjur menggandeng Ketua RT, RW, serta warga setempat dalam setiap tahap pengerjaan. Sinergi itu menciptakan suasana gotong royong yang hangat, sekaligus memperkuat jembatan kepercayaan antara institusi pemasyarakatan dan komunitas di luar tembok penjara. Bagi warga, kehadiran Lapas bukan lagi sesuatu yang berjarak, melainkan mitra yang peduli.

Baca juga :  Ketua DPW Propas Angkat Bicara Pembekuan DPD Propas Kabupaten Bekasi

Kepala Lapas Kelas IIB Cianjur, Prayogo Mubarak, menegaskan bahwa sumur bor ini lebih dari sekadar proyek infrastruktur. “Ini adalah wujud nyata komitmen kami untuk hadir dan memberi manfaat yang berkelanjutan. Kami ingin sumur ini menjadi sumber kehidupan yang menopang kebutuhan ibadah sekaligus aktivitas harian warga,” ungkapnya. Menurutnya, nilai kemanusiaan harus terus mengalir melampaui batas tugas pokok pemasyarakatan.

Proses pengeboran dilakukan hingga kedalaman kurang lebih 30 meter di halaman mushola. Air yang nantinya keluar diharapkan dapat menjawab kebutuhan mendesak warga yang selama ini kesulitan mengakses air bersih, terutama di musim kemarau. Selain untuk wudhu dan keperluan ibadah, sumur ini juga akan digunakan untuk kebutuhan rumah tangga sehari-hari.

Baca juga :  Wakili Kapolres Purwakarta, Kapolsek Jatiluhur Hadiri Pembahasan RPJMD 2025-2029

Apresiasi pun datang dari para tokoh masyarakat. Ketua RT dan RW setempat menyampaikan rasa terima kasih atas inisiatif yang dianggap tepat sasaran. Mereka menilai pembangunan sumur bor ini menjawab persoalan yang sudah lama dirasakan jamaah mushola dan warga sekitar. Kehadiran air bersih dinilai akan meningkatkan kenyamanan beribadah dan kualitas hidup masyarakat secara keseluruhan.

Lebih dari sekadar menyediakan air, kegiatan ini menjadi simbol harmoni antara Lapas Cianjur dan masyarakat sekitar. Diharapkan dampak positifnya dapat terus dirasakan dalam jangka panjang, menumbuhkan rasa saling percaya dan kepedulian bersama. Di usia ke-62, Hari Bakti Pemasyarakatan membuktikan bahwa pengabdian bisa mengalir dalam bentuk yang paling sederhana namun paling vital, yaitu air kehidupan.

Baca juga :  Haryanto SE: Soroti Pentingnya Transparansi Anggaran Koperasi Merah Putih Berdasarkan UU KIP
Facebook Comments Box
error: Content is protected !!