Scroll untuk baca artikel
BeritaNasional

Lapas Cianjur Salurkan 3.000 Butir Telur Hasil Karya Warga Binaan untuk Dukung Ketahanan Pangan di Sukabumi

57
×

Lapas Cianjur Salurkan 3.000 Butir Telur Hasil Karya Warga Binaan untuk Dukung Ketahanan Pangan di Sukabumi

Sebarkan artikel ini

Dpnews Indonesia || Cianjur – Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Cianjur kembali menorehkan langkah nyata dalam mendukung ketahanan pangan di lingkungan pemasyarakatan. Pada Kamis, 31 Juli 2026, sebanyak 3.000 butir telur ayam disalurkan ke Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Sukabumi untuk memenuhi kebutuhan Bahan Makanan atau BAMA. Penyaluran ini menjadi bukti bahwa pembinaan di dalam lapas tidak hanya berorientasi pada pembinaan mental, tetapi juga produktivitas.

Telur-telur tersebut bukanlah hasil pembelian dari luar. Seluruhnya merupakan produk dari Sarana Asimilasi dan Edukasi atau SAE Lapas Kelas IIB Cianjur. Di tempat inilah warga binaan dibina melalui program peternakan ayam petelur. Mereka belajar merawat kandang, memberi pakan, memanen telur, hingga menjaga kualitas produksi agar layak konsumsi.

Baca juga :  Memperkuat RPP Tingkat Ranting untuk Masa Depan Lebih Dinamis

Program ini lahir dari semangat untuk mengubah masa pembinaan menjadi ruang belajar keterampilan yang bernilai ekonomi. Warga binaan tidak hanya mengisi waktu dengan kegiatan, tetapi juga dilibatkan langsung dalam rantai produksi pangan. Hasilnya bisa dirasakan secara nyata, baik untuk kebutuhan internal maupun untuk mendukung UPT Pemasyarakatan lain.

Kepala Lapas Kelas IIB Cianjur menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya mengoptimalkan potensi sumber daya yang ada. Dengan memanfaatkan lahan dan tenaga warga binaan secara produktif, lapas mampu menghasilkan komoditas pangan yang dapat menopang kebutuhan dasar. Langkah ini sekaligus sejalan dengan program nasional tentang ketahanan pangan.

Bagi Lapas Kelas IIA Sukabumi, bantuan 3.000 butir telur ini sangat membantu dalam pemenuhan menu harian warga binaan. Kebutuhan protein hewani dapat terpenuhi tanpa harus sepenuhnya bergantung pada pengadaan eksternal. Hal ini juga menekan beban anggaran, sekaligus menjamin kualitas bahan makanan yang masuk.

Lebih dari sekadar distribusi barang, kegiatan ini mempererat sinergi antar Unit Pelaksana Teknis Pemasyarakatan di wilayah Jawa Barat. Lapas Cianjur berperan sebagai produsen, sementara Lapas Sukabumi menjadi penerima manfaat. Kolaborasi seperti ini diharapkan dapat terus terbangun agar pembinaan berjalan lebih efektif dan saling menguatkan.

Baca juga :  Bupati Cilacap Syamsul Arifin Kena Operasi Tangkap Tangan KPK Kasus Suap Proyek

Dari sisi pembinaan, program peternakan ayam petelur terbukti memberikan dampak ganda. Warga binaan memperoleh keterampilan teknis di bidang peternakan, belajar tentang manajemen produksi, disiplin kerja, dan tanggung jawab. Keterampilan ini diharapkan menjadi bekal ketika mereka kembali ke masyarakat dan ingin membuka usaha mandiri.

Ke depan, Lapas Kelas IIB Cianjur berkomitmen untuk terus mengembangkan program berbasis ketahanan pangan. Rencananya kapasitas SAE akan ditingkatkan, jenis komoditas akan ditambah, dan kerja sama dengan UPT lain akan diperluas. Tujuannya satu: menciptakan sistem pembinaan yang berkelanjutan dan memberi manfaat luas.

Dengan hasil karya warga binaan yang kini sudah bisa membantu pemenuhan BAMA di lapas lain, Lapas Cianjur ingin menunjukkan bahwa pembinaan pemasyarakatan bukan hanya soal hukuman. Ini tentang memberi kesempatan kedua, membangun kemandirian, dan menyiapkan warga binaan agar kelak dapat kembali ke masyarakat dengan membawa keterampilan, bukan hanya masa lalu.

Baca juga :  Menunaikan Ibadah Haji ke Mekah, Dua Orang Warga Plered Purwakarta Mengendarai Sepeda
Facebook Comments Box
error: Content is protected !!