Scroll untuk baca artikel
BeritaNasional

Mayoritas Warga Indonesia Siap Bela Negara, Survei LSI Tunjukkan 74,9 Persen Bersedia Ikut Perang

113
×

Mayoritas Warga Indonesia Siap Bela Negara, Survei LSI Tunjukkan 74,9 Persen Bersedia Ikut Perang

Sebarkan artikel ini

Dpnews Indonesia || Jakarta – Lembaga Survei Indonesia (LSI) merilis hasil survei terbaru yang menunjukkan mayoritas masyarakat Indonesia menyatakan kesiapan untuk ikut serta dalam upaya pembelaan negara, termasuk maju ke medan perang jika diperlukan.

Menurut survei tersebut, sebanyak 74,9 persen responden menyatakan bersedia atau sangat bersedia ikut berperang mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Angka ini mencerminkan tingkat patriotisme yang tinggi di tengah kekhawatiran potensi ancaman dari luar negeri.

Baca juga :  Sopir Dump Truk di Cikarang Selatan Meninggal Terjepit Bak Saat Perbaikan

Survei LSI dilakukan pada periode 4–12 Maret 2026 dengan metode wawancara tatap muka terhadap responden yang mewakili warga negara Indonesia berusia 17 tahun ke atas atau sudah menikah. Hasil ini dirilis pada 12 April 2026 di Jakarta.

Direktur Eksekutif LSI Djayadi Hanan menjelaskan bahwa temuan ini menggambarkan kesadaran bela negara yang kuat di kalangan masyarakat. Survei juga mencatat kekhawatiran publik terhadap kemungkinan serangan dari negara lain sebagai salah satu faktor pendorong sikap tersebut.

Baca juga :  Pencurian Dengan Kekerasan di Cikarang Utara Berhasil Diamankan Sat Reskrim Polres Metro Bekasi

Data ini dirilis bersamaan dengan survei LSI lainnya, seperti pengetahuan masyarakat terhadap Pancasila yang mencapai 92,7 persen dan tingkat kepuasan terhadap demokrasi Indonesia sebesar 69,8 persen.

Hasil survei LSI ini menjadi indikator terkini mengenai semangat nasionalisme masyarakat Indonesia di tengah dinamika geopolitik regional dan global. LSI sendiri merupakan lembaga survei independen yang kerap merilis berbagai temuan opini publik nasional.

Baca juga :  Korban TPPO di Arab Saudi, Lina Marlina Dibuang ke Jalanan dan Kini Mencari Keadilan
Facebook Comments Box
error: Content is protected !!