Dpnews Indonesia || Sukabumi – Media Indonesia Online (MIO) Sukabumi Raya menggelar audiensi dengan Dinas Perikanan Kabupaten Sukabumi pada Kamis (2/7/2026) untuk membahas berbagai persoalan yang dihadapi sektor perikanan dan nelayan di wilayah pesisir selatan Sukabumi.
Audiensi dihadiri lima kepala bidang, yakni Bidang Program, Keuangan dan Perencanaan, Perikanan Budidaya, Perikanan Tangkap, serta Pengolahan dan Pemasaran. Sementara Kepala Dinas Perikanan tidak hadir karena telah menyampaikan pemberitahuan sebelumnya kepada penyelenggara.
Dalam pertemuan tersebut, MIO menyoroti sejumlah persoalan yang dinilai belum terselesaikan, di antaranya nasib nelayan Benih Bening Lobster (BBL), keterbatasan pasokan solar bersubsidi bagi nelayan, sinkronisasi anggaran, hingga berbagai kendala budidaya, pascapanen, dan pemasaran hasil perikanan.
Perwakilan MIO menilai kehadiran para kepala bidang cukup membantu menjelaskan aspek teknis. Namun, sejumlah isu strategis yang berkaitan dengan kebijakan dan pengambilan keputusan belum dapat dijawab secara tuntas karena berada di luar kewenangan para kepala bidang.
“Kami mengapresiasi keterbukaan jajaran Dinas Perikanan. Namun, berbagai persoalan strategis membutuhkan penjelasan langsung dari pengambil kebijakan agar ada kepastian tindak lanjut,” ujar salah seorang pengurus MIO Sukabumi Raya.
Selain itu, MIO juga menyoroti perlunya solusi terhadap persoalan ekonomi nelayan, ketersediaan BBM bersubsidi, penguatan sarana pascapanen seperti cold storage, hingga dukungan terhadap program pengembangan usaha perikanan dan pengolahan hasil laut.
Di akhir audiensi, MIO Sukabumi Raya menyatakan siap mendukung Dinas Perikanan melalui edukasi dan publikasi potensi sektor perikanan. Namun, MIO berharap pertemuan lanjutan dapat menghadirkan langsung Kepala Dinas Perikanan bersama pihak terkait, termasuk BPKAD, agar berbagai persoalan strategis dapat dibahas secara komprehensif dan menghasilkan solusi yang konkret.











