Dpnews indonesia || Karawang – Pada Hari Jum’at Awak Media Dpnews Indonesia coba temui Firman selaku Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) Desa Kalidung Jaya Kecamatan Cibuaya Kabupaten Karawang, Jum’at 04/10/2024.
Firman adalah Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) pada saat itu tanggal 02/10/2024 membawa pasien bernama Saanah warga Dusun Kalidung 2 RT.005/003 Desa Kalidungjaya Kecamatan Cibuaya Yang hendak Membutuhkan penanganan medis.
Menurut Firman atas arahan Dr Yudi Firman pun langsung membawa Pasien atas nama Saanah ke rumah sakit Islam Karawang.
“Dok saya mau bawa pasien, ini ibu Saanah ini pasien kita yang waktu di Rumah sakit Dewi Sri, sekarang kakinya betus lagi, lalu Dr Yudi mengarahkan, Yaudah Kang Bawa aja Ke Rumah Sakit Islam, nah akhirnya kita arahkan ke IGD di situh,” jelas Firman.
Lanjut kata firman setelah masuk daftar lah ia ke ruangan IGD untuk pasiennya agar mendapatkan penanganan namun bagian pendaftaran bernama Risma menginfokan bahwa ruangan penuh.
“Risma Bagian pendaftaran bilang ke saya bahwa Ruang nya penuh, Seakan akan menolak, Marah lah saya di situ, Ketika saya marah akhirnya Ruangan di adain,” kata Firman.
Namun setelah ganti sift petugas pendaftaran pun di ganti oleh petugas bernama Riski, lalu firman duduk di depan IGD tak berselang lama, Datang lah Dr Santo Memeriksa pasien bernama Saanah.
“Dr.Santo tanya ke pasien yang saya bawa, kenapa bu. Saya jelasin lah, Gini Dok saya sudah Consul ke Dr Yudi Sama Dr Yudi Di Arahin Ke IGD di Sini, karna waktu itu juga 3 bulan yang lalu di operasinya sama Dr Yudi juga, Sekarang Kaki nya betus lagi, Dr juga menjawab Oh yaudah,” jelas Firman.
Ia pun keluar ruangan Sembari menunggu hasil di depan ruangan IGD tiba tiba pihak pendaftaran yang nama nya Riski menghampiri firman.
“Keluar lah saya dari ruangan sembari nunggu tiba tiba bagian pendaftaran yang nama nya Riski datang nemuin saya, Pak Maaf ini Katanya Ditolak, Saya tanya dengan alasan apa.? Jawaban si Riski Karna itu lukanya BAU,” ungkap Firman.
Ia pun marah dan menjelaskan pada petugas pendaftaran yang bernama Riski, dengan rasa kecewa karna pihak Rumah Sakit Islam Menolak pasien nya karan alasan BAU.
“Saya bilang aja kalo mau wangi itu di mol di kantor, perawat aja ga bilang BAU,” jelas Firman.
Kami pun coba konfirmasi pada pihak Rumah sakit Islam bernama Badar selaku bagian kepala ruangan di Rumah Sakit Islam Karawang. Badar meminta awak media untuk hubungi manajemen Rumah Sakit Islam Karawang.
“Walaikum salam pak untuk masalah itu saya tidak tahu, coba bapa hubungi pihak manajemen Rumah sakit nya pak,” jelas Badar melalui telpon whatsapp.
Kami pun langsung telpon manajemen rumah sakit Islam Karawang bernama Muhamad Dhuhari namun tidak di angkat, kami coba konfirmasi melalui chat whatsapp dan ia menjawab Muhamad Dhuhari meminta agar awak media menghubungi kuasa Hukum rumah sakit Islam Karawang yang bernama Dr Nyanawangsa SH.MH karna menurut nya kasus ini sudah di limpahkan pada Kuasa Hukum Rumah Sakit Islam Karawang untuk Hak Jawab.
“Waalaikumsalam, untuk hal tersebut sudah dilimpahkan ke kuasa hukum RS Islam yaitu Bapak DR. Nyanawangsa, SH, MH. Maka untuk hak jawab ada di beliau pak,” jelas Muhamad Dhuhari.
Namun saat awak media meminta nomor Dr Nyanawangsa SH.MH sebagai kuasa hukum rumah sakit Islam Karawang untuk konfirmasi terkait penolakan pasien dengan alasan “BAU” Muhamad Dhuhari selaku pihak manajemen sama sekali tidak menjawab hingga berita ini di terbitkan.











