Dpnews Indonesia || Majalengka – Oknum Perangkat Desa di duga tipu warga dengan dalih akan ada program pemasangan listrik murah , tapi sebelumnya setiap warga yang ikut program harus menyetor dulu uang 500 ribu. Senin, 03/3/2025.
Namun program yang di janjikan oleh oknum yang berinisial UK yang keseharian nya bekerja di Pemerintahan Desa Pasangrahan Kecamatan Maja Kabupaten Majalengka. Hingga sekarang ini belum terwujud dan sekitar delapan warga masyarakat yang sudah terlanjur menyetor uang kepadanya mulai mengeluhkan dan resah.
Seperti halnya salah seorang warga yang di janjikan akan mendapatkan program mengungkapkan kepada tim Dpnews Indonesia.
“Suatu hari UK datang ke rumah saya dan menawarkan program listrik murah. Dan dengan iming – iming agar lancar katanya harus setor dulu untuk biaya kepengurusan dan administrasinya 500 ribu malahan waktu itu saya sempat menawar agar uang nya bisa tidak kalau nanti saja, dan kata UK tidak bisa harus sekarang, katanya biar lancar,” ungkapnya.
Masih menurut warga, “Hingga sampai saat ini program listrik itu tak kunjung ada dan saking penasarannya kami juga sempat menanyakan ke orang PLN, katanya tidak ada program itu.
Setelah ada informasi itu kami jadi resah karena ini sudah berbulan bulan kami menunggu, dan kami juga sempat menanyakan ke UK tentang kapan yang namanya program itu datang , dan UK menjelaskan katanya akan di tanyakan kepada yang mengurusnya,kalau pun ternyata tidak ada dan gagal nanti saya akan ganti tanggal 20 bulan sekarang ini uang nya,” ungkap warga.
Ketika di konfirmasi UK di salah satu ruangan di kantor Desa Pasangrahan pada Senin 3 februari 2025 mengatakan.
“Saya sudah ngobrol dengan warga dan akan saya kembalikan uangnya tanggal 20 bulan ini, saya kira ini terlalu di besar – besarkan dan pasti ada yang ngojok – ngojok (mempengaruhi) ,namanya juga bantuan, ini kan susuganan (untung – untungan),” katanya.
Lebih jauh ketika di tanyakan apakah program yang di tawarkan kepada warga ini dari aspirasi Partai PKS, UK mengatakan.
“Tadinya emang mau dari PKS tapi katanya harus ada uang 900 ribu, kalau yang sekarang ini 500 ribu dan ini program dari teman,” katanya.
Terkait dengan permasalahan ini, Kepala Desa Pasangrahan Dedi Slamet Mulyadi ketika di konfirmasi sangat menyayangkan.
“Saya betul betul tidak tahu dan perangkat desa yang lain juga tidak tahu kalau ada permasalahan ini. Tapi saya sudah menegur dengan keras kepada yang bersangkutan, agar kalau ada apa – apa harus kordinasi apalagi menyangkut kepada program yang bisa membantu masyarakat yang tidak mampu, kalau sudah begini kan kasian kepada warga masyarakat saya yang sudah berharap ada bantuan akhirnya di kecewakan,” kata Dedi.











