Scroll untuk baca artikel
BeritaInternasional

Parlemen Iran Setujui Penutupan Selat Hormuz, Lonjakan Harga Minyak Bisa Meledak

575
×

Parlemen Iran Setujui Penutupan Selat Hormuz, Lonjakan Harga Minyak Bisa Meledak

Sebarkan artikel ini

Dpnews Indonesia || Teheran – Parlemen Iran pada Minggu malam secara resmi menyetujui mosi untuk menutup Selat Hormuz, jalur laut strategis yang dilalui hampir seperempat pasokan minyak dunia. Keputusan ini diambil sebagai bentuk respons terhadap serangan udara Amerika Serikat terhadap tiga fasilitas nuklir Iran yang terjadi akhir pekan lalu. 23/6/2025.

Langkah parlemen tersebut menandai peningkatan tensi geopolitik secara dramatis di kawasan Teluk. Meski belum bersifat final, keputusan ini kini menunggu persetujuan dari Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran dan pemimpin tertinggi Ayatollah Ali Khamenei.

Baca juga :  Diskominfo Purwakarta Bungkam Saat di Konfirmasi Terkait Anggaran Kerjasama dan Terkesan Menyepelekan Pertanyaan Wartawan

“Setiap pelanggaran terhadap kedaulatan kami akan dibalas dengan tindakan strategis. Penutupan Selat Hormuz adalah hak Iran dalam mempertahankan harga dirinya,” ujar Javad Karimi-Ghodousi, anggota parlemen senior dari Komisi Keamanan Nasional.

Selat Hormuz adalah jalur sempit sepanjang 6 mil laut yang menghubungkan Teluk Persia dengan laut lepas. Sekitar 20–25% pasokan minyak mentah dunia melewati jalur ini setiap harinya. Jika benar-benar ditutup, para analis memperkirakan harga minyak global dapat melonjak drastis, dan pasokan energi internasional akan terguncang hebat.

Baca juga :  Menjaga dan Antisipasi Situasi Desa Binaan Polsek Maja Lakukan Silahturahmi dan Sambang Desa

Langkah ini juga memicu kekhawatiran internasional. Pemerintah Amerika Serikat, melalui pernyataan Gedung Putih, telah memperingatkan bahwa setiap upaya penutupan Selat Hormuz akan dianggap sebagai tindakan agresi dan dapat memicu respons militer.

Sementara itu, negara-negara pengimpor utama seperti China, Jepang, dan India mendesak semua pihak menahan diri dan menekankan pentingnya menjaga stabilitas jalur perdagangan energi global.

Baca juga :  Ratusan Siswa SD Ikuti Jambore Ranting Kadipaten, Danramil Kapten Dedem Turun Langsung

Hingga kini, belum ada indikasi bahwa Iran benar-benar mulai melakukan tindakan fisik di wilayah selat tersebut, seperti penempatan ranjau laut atau penghalangan kapal tanker. Namun, militer Iran dilaporkan sudah meningkatkan kesiapsiagaan armada laut dan rudal pantainya di sekitar kawasan Hormuz.

Penutupan Selat Hormuz, jika terealisasi, akan menjadi pukulan besar terhadap ekonomi global dan berpotensi menyeret kawasan ke dalam konflik militer terbuka.

Baca juga :  PT Mattel Indonesia Digeruduk Ratusan Warga Desa Mekarmukti Cikarang Utara

Sumber: Theguardian & NYPost

Facebook Comments Box
error: Content is protected !!