Scroll untuk baca artikel
BeritaInternasional

Iran Balas Dendam atas Kematian Khamenei: Ledakan Guncang Dubai, Doha, dan Manama

193
×

Iran Balas Dendam atas Kematian Khamenei: Ledakan Guncang Dubai, Doha, dan Manama

Sebarkan artikel ini

Dpnews Indonesia || Eskalasi konflik Timur Tengah mencapai level baru pada Minggu pagi ini ketika serangkaian ledakan keras kembali mengguncang kota-kota utama di kawasan Teluk Persia. Dubai (Uni Emirat Arab), Doha (Qatar), dan Manama (Bahrain) menjadi sasaran serangan balasan Iran yang disebut sebagai respons atas pembunuhan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei oleh serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel.

Menurut laporan wartawan AFP dan Al Jazeera di lapangan, ledakan terdengar berulang kali di ketiga ibu kota tersebut sejak dini hari. Asap hitam tebal terlihat mengepul di selatan Doha, sementara di Dubai, kepulan asap teramati di sekitar Pelabuhan Jebel Ali dan kawasan Palm Jumeirah. Di Manama, ledakan dilaporkan mengguncang area dekat pangkalan militer AS.

Baca juga :  Sosok Saiful Mujani Pendiri Lembaga SMRC yang Viral sesuai Seruan Gulingkan Presiden Prabowo Subianto

Serangan ini merupakan gelombang kedua setelah Iran melancarkan serangan rudal dan drone masif pada Sabtu (28/2/2026) lalu, menargetkan puluhan pangkalan militer AS di kawasan Teluk.

Kementerian Pertahanan UAE melaporkan Iran menembakkan 137 rudal balistik dan 209 drone ke wilayahnya, sementara Qatar berhasil mencegat sebagian besar dari 65 rudal dan 12 drone yang ditujukan ke sana, meski delapan orang terluka, satu di antaranya dalam kondisi kritis.

Baca juga :  Washington – Pentagon Diperkirakan Kirim 3.000–4.000 Pasukan Elite AS ke Timur Tengah

Bandara Internasional Dubai, salah satu bandara tersibuk di dunia, mengalami kerusakan akibat serangan, memaksa evakuasi penumpang dan penangguhan semua penerbangan. Bandara Abu Dhabi juga melaporkan korban jiwa dan luka-luka. Di Bahrain, target utama termasuk pusat layanan Armada Kelima AS.

Iran melalui Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) menyatakan serangan ini sebagai balas dendam atas “agresi brutal” yang menewaskan Khamenei dan pejabat tinggi lainnya. Teheran menegaskan serangan difokuskan pada aset militer AS di negara-negara Teluk yang menjadi tuan rumah pangkalan tersebut.

Pemerintah UAE, Qatar, dan Bahrain mengutuk keras serangan tersebut sebagai pelanggaran kedaulatan. Mereka melaporkan sistem pertahanan udara berhasil mencegat sebagian besar ancaman, meski puing-puing rudal menyebabkan kerusakan material dan korban sipil.

Baca juga :  Hadiri Rakor DPN di Majalengka, Dandim 0617 Tegaskan Bandara Kertajati Aset Strategis untuk Pertahanan Negara dari Sisi Ekonomi

Konflik ini memicu kekhawatiran akan perang regional yang lebih luas. Penerbangan di seluruh Timur Tengah terganggu, dan pasar minyak global bereaksi dengan lonjakan harga akibat ketidakpastian pasokan dari kawasan penghasil minyak terbesar dunia.

Situasi masih berkembang, dengan Israel dilaporkan melancarkan serangan balik ke Tehran. Pemantauan internasional terus dilakukan untuk mencegah eskalasi lebih lanjut.

Baca juga :  Pansus II DPRD Cianjur Bahas Raperda Tentang Ketenagakerjaan
Facebook Comments Box
error: Content is protected !!