Dpnews Indonesia || Cianjur – Pemerintah Kabupaten Cianjur memperingati Hari Tani Nasional ke-64 dengan tema “Bhakti Tani Untuk Negeri“. Acara ini menjadi momentum untuk memperkuat sektor pertanian Cianjur sebagai penopang ketahanan pangan dan penggerak ekonomi kerakyatan.
Bupati Cianjur, dr. Muhamad Wahyu Ferdian, menyatakan bahwa luas lahan padi telah mencapai 66.000 hektar, dengan peningkatan signifikan sekitar 70% untuk padi dan non-padi. Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk meningkatkan produksi pertanian.
Bupati menjelaskan bahwa masalah kelangkaan pupuk bersubsidi disebabkan oleh kurangnya sosialisasi. Hingga saat ini, penyerapan pupuk subsidi baru mencapai 56%, dan pemerintah daerah akan mendorong para petani untuk segera menyerap pupuk subsidi tersebut.
Bupati menegaskan bahwa pemerintahannya tidak akan melakukan alih fungsi lahan sawah untuk perumahan. Sebaliknya, pemerintah akan membuka cetak lahan baru dan mengalihfungsikan lahan-lahan terlantar menjadi lahan produktif.
Pemkab Cianjur memiliki program peningkatan produksi beras dengan meningkatkan produktivitas lahan pertanian. Selain itu, Pemkab Cianjur juga menyediakan bazar pangan murah untuk membantu masyarakat. Dengan demikian, Pemkab Cianjur berkomitmen untuk meningkatkan kesejahteraan petani dan masyarakat.











