Dpnews Indonesia || Cianjur – Pemerintah Indonesia melalui Badan Urusan Logistik (Bulog) menyalurkan bantuan beras Cadangan Bantuan Pangan (CBP) kepada masyarakat. Bantuan ini merupakan hasil penyerapan dari petani berupa Gabah Kering Panen (GKP) dan beras HGL. Penyaluran bantuan beras ini dilakukan selama dua bulan, yaitu bulan Juni dan Juli, dengan alokasi 20 kg per penerima bantuan pangan per dua bulan.
Saat ditemui wartawan di ruang kerjanya kepala Bulog Kabupaten Cianjur, Yanto Nurdianto, menyatakan bahwa di kabupaten Cianjur kota Sukabumi dan kabupaten Sukabumi, terdapat 429.816 Penerima Bantuan Pangan (PBP).
“Untuk wilayah kabupaten cianjur kota Sukabumi dan kabupaten Sukabumi dengan penerima bantuan sebanyak 429816 PBP (Penerima Bantuan Pangan) alokasi yang di salurkan bulan Juli dan Juni, masing masing penerima bantuan pangan mendapatkan 20 kg per dua bulan,” kata Yanto, Kamis 24 Juli 2025.
Tujuan bantuan pangan tersebut kata yanto untuk meningkatkan daya beli masyarakat, stabilisasi ekonomi, dan stabilisasi harga.
“Penugasan bantuan pangan oleh pemerintah yang di tugaskan kepada Bulog ini tujuannya untuk meningkatkan daya beli masyarakat, stabilitasi ekonomi dan juga untuk stabilisasi harga beras di masyarakat,” lanjutnya.
Lebih lanjut Yanto mengatakan
penyaluran beras bantuan pangan adalah beras medium dari Cadangan Beras Pemerintah (CBP), yang merupakan stok Bulog.
“Beras yang di salurkan untuk bantuan pangan adalah beras medium cadangan beras pemerintah CBP yang merupakan
Stok Bulog hasil penyerapan dari petani berupa GKP dan beras HGL” terangnya.
Yanto berharap program ini dapat berkelanjutan karena sangat bermanfaat bagi masyarakat dan merupakan bentuk kepedulian.
“Harapan kami mudah mudahan program ini berkelanjutan karena ini program yang sangat baik buat masyarakat dan bentuk kepedulian pemerintah kepada masyarakat untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan juga wujud dari swasembada pangan,” tutupnya.











