Dpnews Indonesia || Cianjur – Chaeronsyah, resmi dilantik menjadi Ketua Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Korda Cianjur. Ia terpilih secara aklamasi dalam kegiatan Muskorda III yang digelar di Hotel Green By Deal, Selasa, 8 September 2026.
Sebelumnya, IJTI Korda Cianjur dipimpin oleh Rendra Gojali selama dua periode. Usai dilantik, Chaeronsyah yang kerap disapa Eron menyebut amanah ini sebagai tanggung jawab besar untuk menjaga keberlangsungan organisasi.
“Alhamdulillah, ini amanah untuk saya demi keberlangsungan organisasi. Apapun akan saya jalankan. Di tengah pasang surut kondisi media saat ini, kita sebagai jurnalis harus tetap eksis dan terus berkarya dalam kondisi apapun,” ujar Eron saat diwawancarai usai kegiatan.
Ia menyatakan sejumlah program dari kepengurusan sebelumnya akan dilanjutkan dan dilengkapi. Hal itu dilakukan bersama seluruh jajaran pengurus dan dewan penasihat.
Eron juga menekankan pentingnya peningkatan kompetensi anggota, khususnya bagi anggota IJTI yang belum mengikuti Uji Kompetensi Jurnalis (UKJ).
“Teman-teman yang belum mengikuti UKJ harus kita dorong. Itu prosedur wajib di IJTI, maka sebagai pengurus kita wajib memfasilitasi dan mendorong anggota untuk mengikutinya,” jelasnya.
Selain penguatan internal, Eron menyebut IJTI Korda Cianjur akan menggelar pelatihan jurnalistik untuk berbagai kalangan, mulai dari TNI, Polri, pelajar, hingga masyarakat umum.
Menurutnya, pelatihan ini juga penting bagi para content creator agar memahami kaidah jurnalistik, khususnya jurnalistik televisi.
“Banyak content creator yang tidak memahami kaidah jurnalistik televisi. Akibatnya banyak yang digugat dan mencederai nama baik jurnalis. Karena itu penting bagi kita membuat kegiatan bagi content creator dengan kaidah jurnalistik televisi agar mereka memahami aturannya,” paparnya.
Ia menegaskan tantangan di dunia media saat ini tidak boleh membuat jurnalis kehilangan arah. Justru, kondisi itu harus dijawab dengan menjaga profesionalisme, kredibilitas, dan nama baik profesi.
“Kita selalu bersaing dengan distorsi algoritma. Tapi kita harus menjaga eksistensi, kredibilitas, nama baik, dan profesionalisme kita,” tegas Eron.
Eron juga mengingatkan bahwa IJTI memiliki aturan tegas terhadap anggotanya yang melakukan pelanggaran.
“Di IJTI hukumannya tegas. Jika berbuat ulah, keanggotaannya bisa dicabut. Karena itu kita akan terus berupaya agar teman-teman bisa hidup dari karya dan profesi kita tidak mati,” katanya.
Ke depan, IJTI Korda Cianjur akan memperkuat program sekolah jurnalistik dan pelatihan internal terkait pengambilan gambar, penulisan naskah, dan lainnya.
“Kita akan menjalankan program ke sekolah-sekolah, pelatihan internal pengambilan gambar, penulisan naskah, dan lainnya. Juga untuk tingkat umum, pelajar, TNI, dan Polri,” pungkasnya.
Ia menutup dengan mengajak seluruh insan pers untuk tidak berhenti berkarya dan tetap berpegang pada kaidah jurnalistik.
“Jangan pernah mengambil berita tidak berimbang. Kemudian juga harus tahan terhadap fitnah dan cacian. Selama kita berkarya lurus dan benar, jalani saja,” tutupnya.











