Dpnews Indonesia || Cianjur – Momentum Idul Adha dimaknai Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan Cianjur dengan aksi nyata kepedulian sosial. Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan, Perhutani KPH Cianjur menyalurkan bantuan hewan kurban kepada para mitra penyadap getah pinus yang selama ini menjadi garda terdepan produksi hasil hutan bukan kayu.
Penyerahan bantuan dilakukan langsung di Tempat Penimbunan Getah Ciwaregu pada Jumat, 29 Mei 2026. Administratur KPH Cianjur, Ade Sugiharto, hadir bersama jajaran untuk menyerahkan kurban kepada perwakilan kelompok penyadap Suma. Suasana penyerahan berlangsung hangat, penuh keakraban antara manajemen dan mitra kerja di lapangan.
Ade Sugiharto menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar seremoni keagamaan. Menurutnya, Idul Adha adalah waktu yang tepat untuk memperkuat solidaritas dan berbagi kebahagiaan dengan pihak-pihak yang menopang keberlanjutan bisnis perusahaan. Para penyadap dinilai berperan penting menjaga rantai produksi getah pinus tetap berjalan.
“Penyadap getah adalah bagian tak terpisahkan dari ekosistem kerja Perhutani. Tanpa dedikasi mereka, target produksi hasil hutan bukan kayu di Cianjur sulit tercapai. Bantuan hewan kurban ini wujud tanggung jawab sosial kami untuk meningkatkan kesejahteraan mitra,” ujar Ade dalam keterangannya.
Bantuan kurban bersumber dari alokasi dana TJSL Perhutani KPH Cianjur. Program ini rutin dilaksanakan setiap tahun sebagai bentuk apresiasi terhadap kerja keras mitra di lapangan. Penyaluran difokuskan kepada penyadap yang tergabung dalam kelompok Suma, salah satu kelompok aktif di wilayah TPG Ciwaregu.
Suma, perwakilan mitra penyadap, menyambut bantuan tersebut dengan rasa syukur. Ia menyebut perhatian Perhutani sangat berarti bagi para penyadap dan keluarga yang tinggal di sekitar kawasan hutan. Bantuan kurban tidak hanya meringankan beban ekonomi, tetapi juga menguatkan rasa diakui sebagai mitra strategis.
“Kami berterima kasih atas kepedulian Perhutani KPH Cianjur. Perhatian seperti ini membuat kami semakin semangat menjaga kelestarian hutan dan mengoptimalkan produksi getah. Semoga kerja sama baik ini terus berlanjut,” ungkap Suma mewakili rekan-rekannya.
Lebih dari sekadar pembagian daging kurban, kegiatan ini diharapkan mempererat tali silaturahmi antara Perhutani dan masyarakat penyadap. Silaturahmi yang terjaga dinilai menjadi modal sosial penting dalam menjaga kelestarian hutan sekaligus meningkatkan produktivitas kerja di lapangan.
Dengan langkah ini, Perhutani KPH Cianjur ingin menunjukkan bahwa keberlanjutan bisnis kehutanan tidak hanya diukur dari angka produksi. Ada dimensi sosial dan kemitraan yang perlu dijaga. Di tengah tantangan pengelolaan hutan, kolaborasi dengan mitra kerja menjadi kunci agar manfaat ekonomi hutan bisa dirasakan bersama.











