Scroll untuk baca artikel
BeritaNasional

Prabowo Kritik Pengusaha yang Menyimpan Kekayaan di Luar Negeri

209
×

Prabowo Kritik Pengusaha yang Menyimpan Kekayaan di Luar Negeri

Sebarkan artikel ini

Dpnews Indonesia || Jakarta – Presiden Prabowo Subianto kembali menyoroti praktik pengusaha yang menyimpan atau memindahkan kekayaan ke luar negeri, menyebut hal tersebut merugikan kepentingan nasional.

Dalam sambutannya saat acara groundbreaking proyek hilirisasi tahap 2 di Cilacap, Jawa Tengah, Rabu (29/4/2026), Prabowo mempertanyakan sikap pengusaha yang dinilai kurang nasionalis. Ia menegaskan tidak ada tempat bagi pihak-pihak tersebut di lingkungannya.

Baca juga :  TB. Hasanuddin Hadiri Kampanye Untuk Mendukung Karna-Koko Di Pilkada 2024

Kritik serupa juga pernah disampaikan Prabowo sebelumnya. Pada Februari 2026, ia menyatakan banyak kekayaan Indonesia yang “dibawa lari ke luar negeri”, sehingga tidak memberikan manfaat maksimal bagi rakyat. Prabowo menekankan pentingnya menjaga aset nasional agar tidak bocor atau dicuri, sejalan dengan semangat Pasal 33 UUD 1945 yang mengamanatkan perekonomian dikelola untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.

“Terlalu banyak kekayaan kita yang tidak berhasil kita jaga. Terlalu banyak kekayaan negara yang dicuri, terlalu banyak kekayaan Indonesia yang hilang dari tanah kita,” ujar Prabowo dalam salah satu kesempatan.

Baca juga :  Telan Anggaran 5 Miliar Kegiatan Retret Pejabat Desa Bekasi Sebagian Kades Kecewa

Pernyataan Presiden ini muncul di tengah upaya pemerintah mendorong hilirisasi sumber daya alam dan memperkuat kedaulatan ekonomi. Prabowo berharap para pengusaha lebih berkontribusi pada pembangunan dalam negeri dengan menanamkan modal dan menjaga kekayaan di Indonesia.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari organisasi pengusaha terkait kritik tersebut. Pemerintah terus mendorong iklim investasi yang adil sekaligus menekankan tanggung jawab sosial dan nasional para pelaku bisnis.

Baca juga :  Presiden Prabowo Tanggapi Serangan terhadap Aktivis, Keanggotaan BoP, Program MBG, hingga Dampak Perang Global
Facebook Comments Box
error: Content is protected !!