Scroll untuk baca artikel
BeritaHukum dan KriminalPekerja Migran Indonesia

PT. Bahtera Tullus Karya Diduga Pihak Paling Bertanggung Jawab Atas Perbudakan Modern

1262
×

PT. Bahtera Tullus Karya Diduga Pihak Paling Bertanggung Jawab Atas Perbudakan Modern

Sebarkan artikel ini

Dpnews Indonesia || Jawa Barat – Dugaan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) akhir akhir ini seolah semakin menggurita. Bisnis ilegal dengan modus perekrutan tenaga kerja tersebut juga diduga melibatkan oknum dari berbagai institusi pemerintah, terutama di bidang yang terkait dengan dokumentasi perjalanan keluar negeri.

Hal tersebut terbukti dengan lolosnya  para Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) ketika melewati gerbang imigrasi hingga negara penempatan.

Baca juga :  Jasa Marga Imbau Pemudik Manfaatkan Aplikasi Travoy untuk Mudik Lancar

Kini masalah mulai timbul dari negara negara tujuan tersebut. Tidak adanya pelatihan kerja, pembelajaran bahasa bahkan kejelasan kontrak kerja, juga perlindungan yang pasti akan keselamatan para Pekerja Migran semakin memperjelas bahwa perbudakan modern kini terjadi menimpa mereka.

Seperti kisah ratusan Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang terkurung di Syarekah berbulan bulan tanpa kejelasan nasib, padahal para pahlawan devisa itu berangkat karena banyaknya problem dalam kehidupan mereka terutama dalam hal ekonomi, dan kini tanpa ada kejelasan siapa yang bertanggung jawab akan nasib mereka.

Baca juga :  Kapolres Metro Bekasi dan Forkopimda Kabupaten Bekasi Menggelar Upacara Tabur Bunga

Dan kini pada Pebruari 2025, posko pengaduan Dpnews Indonesia yang aktif memantau nasib para PMI tersebut kembali mendapatkan suatu hal yang memprihatinkan. Empat orang PMI lari dari majikan karena merasa putus asa, berbulan bulan terpuruk tanpa pekerjaan, dan ketika mereka mendapatkan pekerjaan gaji pun raib di ambil Syarekah.

“Gimana nasib kami Bu, kami sudah bener bener merasa dijual, kami berbulan bulan tidak kerja, giliran kerja pun gaji kami dirampas, sementara keluarga dan anak anak kami gak tau gimana nasibnya di kampung sana, tolong kami Bu, kami ingin kembali pulang ke Indonesia, kami tersiksa disini tanpa nasib yang jelas,” ujar  DA, yang kini berusaha minta perlindungan KBRI Riyadh kepada Tim Posko Pengaduan pada 12/02/25.

Mereka pun mempertanyakan pertanggung jawaban dari Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI) PT. Bahtera Tullus Karya yang diduga paling bertanggung jawab atas proses mereka hingga kini berada di Arab Saudi.

Baca juga :  Dugaan Tindak Pidana Korupsi Terjadi Dilabkesda Majalengka

“Kami minta pertanggung jawaban dari PT Bahtera, kemana mereka ketika disini kami diperlakukan kurang baik, kami tidak di pekerjakan, kami tidak digaji kemana mereka,? apakah benar memang kami ini dijual belikan,” ucap KN yang hingga nekad keluar dari jendela mobil Syarekah demi menyelamatkan diri.

Melihat hal tersebut apakah pemerintah kita melalui Kementrian Pelindungan akan turun untuk menyelamatkan para pahlawan Devisa malang yang bercita cita mengadu nasib menjadi PMI di negara Arab Saudi tersebut, dan apakah tidak akan ada sangsi terhadap P3MI yang nekat memberangkatkan para PMI tersebut secara Unprosedural..?

Baca juga :  Ketua DPD PWRI Jabar Gelar Rapat Konsolidasi di Cirebon, Bahas Berbagai Isu Strategis
Facebook Comments Box
error: Content is protected !!