Dpnews Indonesia || Cianjur – Pihak PT. Tirta Fresindo Jaya akhirnya mengklarifikasi bahwa tidak ada yang mengatasnamakan utusan Bupati Cianjur untuk meminta menyuplay bahan baku air dari PDAM.
Hal itu diungkapkan, Dept Head IRGA, Ferry Marcellino, dirinya menjelaskan jika pihak PT TFJ yang justru meminta pasokan air dari PDAM. Namun hal itu baru wacana.
“Berita yang beredar itu ada isu dari oknum-oknum yang mengatasnamakan bupati itu sebenarnya tidak ada karena perusahaan sendiri yang berinisiatif bahkan kita datang ke PDAM untuk menanyakan mampu Suplaynya berapa dan narik Pipanya dari mana. Nah! itu sudah kita lakukan namun sampai saat ini masih menjadi wacana jadi belum fic. Kami berinisiatif datang ke PDAM karena anggapannya PDAM itu suatu perusahaan daerah Cianjur yang mana perusahaan itu bisa dikontrol juga oleh bupati, itu maksud kita jadi tidak ada oknum atau orang-orang yang membawa-bawa nama bupati,” terangnya kepada wartawan di PT. TFJ Desa Sindangraja, Sukaluyu, Cianjur, Rabu, (15/10/25).
Ferri juga menjelaskan jika sebenarnya bukan hanya dari Organisasi Masyarakat ADIL saja yang meminta Suplay air dari wilayah Kabupaten Cianjur. Sehingga kami sudah merealisasikan Vendor dari Cianjur. Namun karena perusahaan TFJ kekurangan suplay dan sebagai realisasi untuk menambah PAD Kabupaten Cianjur pihaknya berinisiatif untuk meminta Suplay air dari PDAM.
“Saya penjelasan secara general saja yah. Jadi PT. TFJ itu Pabrik minuman, memang dari tahun lalu sudah menjadi aspirasi aspirasi dari organisasi Masarakat yang lain selain ADIL dan bahkan dari pemerintah pun sudah menyampaikan terkait aspirasi ini bahwa apa yang kita lakukan sekarang di sini mensuplay air aspirasinya itu banyak yang dari luar kabupaten Cianjur atau luar dari Wilayah Cianjur akhirnya aspirasi yang mereka sampaikan ke pihak perusahaan mereka menyampaikan bahwa diusahakan perusahaan mensuplay air dari wilayah Cianjur untuk menambah pendapatan anggaran daerah Kabupaten Cianjur. Akhirnya diawal tahun kemarin sudah kami terima aspirasinya dan sudah masuk satu Vendor yang dari wilayah Cianjur cuman dari pihak perusahaan kurang untuk menambah anggaran Cianjur terkait suplay air, akhirnya kita berinisiatif untuk mengajukan suplay air dari PDAM,” ungkapnya.
Diberitakan sebelumnya bahwa Aliansi Dampak Industri Lingkungan (ADIL) melakukan aksi Unjukrasa di depan PT. Tirta Fresindo Jaya pada Rabu 8 Oktober kemarin.
Dalam aksi itu, ADIL menyebutkan pada salah satu tuntutannya jika ada oknum utusan bupati Cianjur yang meminta memasok 50 persen bahan baku air dari PDAM.
ADIL menerangkan jika pernyataan tersebut diungkapkan oleh pihak Mayora sebelum aksi Unras digelar. Namun kini pernyataan tersebut dibantah oleh pihak TFJ bahwa tidak ada oknum yang membawa bawa nama Bupati.











