Scroll untuk baca artikel
BeritaEkonomi

Purbaya Sidak Cek Daya Beli Masyarakat ke Pasar Tanah Abang 

90
×

Purbaya Sidak Cek Daya Beli Masyarakat ke Pasar Tanah Abang 

Sebarkan artikel ini

Dpnews Indonesia || Jakarta – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, pada Senin (9/3/2026). Kunjungan tersebut bertujuan untuk memantau langsung kondisi daya beli masyarakat di tengah berbagai pandangan yang menyebutkan adanya pelemahan ekonomi dan konsumsi domestik.

Purbaya menyatakan bahwa aktivitas di pasar grosir terbesar di Asia tersebut masih terlihat ramai. Ia mengamati banyak pengunjung yang tetap berbelanja di Blok A dan sekitarnya, meskipun ada narasi dari sejumlah ekonom yang mengindikasikan daya beli masyarakat sedang menurun atau bahkan menuju resesi.

Baca juga :  H. Sudiwarsito Biro KPK Tipikor Kabupaten Bekasi Soroti Maraknya Peredaran Narkoba Jenis Tramadol

“Banyak ekonom yang bilang kita sudah resesi, daya beli hancur, pasar sepi. Saya ingin cek langsung, karena kalau lihat data kita, ekonomi lagi bagus,” ujar Purbaya saat berada di lokasi.

Setelah berkeliling dan berinteraksi dengan pedagang serta pembeli, Purbaya menilai daya beli masyarakat masih terjaga dan bahkan menunjukkan tanda-tanda membaik.

Baca juga :  Prabowo Panggil Airlangga, Purbaya, hingga Gubernur BI ke Istana

“Ternyata betul, daya beli masih ada, orang masih belanja, pasar juga masih ramai,” katanya.

Ia menegaskan bahwa kondisi tersebut membuktikan perekonomian nasional masih berjalan baik dan jauh dari krisis.

“Artinya daya beli masyarakat sepertinya sedang membaik dan kita tidak resesi, apalagi krisis. Kita jauh dari krisis. Jadi ekonomi kita sedang bagus,” tambahnya.

Baca juga :  Menkeu Purbaya Lantik Robert Leonard Marbun Menjadi Sekjen Kemenkeu Baru

Kunjungan Purbaya ke Pasar Tanah Abang dilakukan menjelang Ramadan dan Lebaran, di mana aktivitas belanja biasanya meningkat. Kehadirannya sempat menarik perhatian pengunjung, termasuk momen interaksi langsung dengan pedagang dan pembeli di lokasi.

Pemerintah terus memantau indikator ekonomi lapangan untuk memastikan kebijakan yang diambil sesuai dengan kondisi riil masyarakat.

Baca juga :  Proyek Rehabilitasi Gedung 3,2 Miliar Rupiah di Kecamatan Pedes Diduga Tanpa Pengawasan
Facebook Comments Box
error: Content is protected !!