Dpnews Indonesia || Jakarta – Ribuan buruh yang tergabung dalam Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) dan Partai Buruh akan menggelar aksi peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day secara serentak pada 1 Mei 2026. Aksi tersebut direncanakan berlangsung di depan Gedung DPR RI di Jakarta serta kantor DPRD di berbagai daerah di 38 provinsi.
Presiden KSPI sekaligus Presiden Partai Buruh, Said Iqbal, menyatakan bahwa aksi ini akan melibatkan ratusan ribu massa buruh. Lokasi utama di Jakarta dipilih di DPR karena tuntutan utama bersifat legislatif dan kebijakan nasional. Aksi digelar secara damai untuk menyuarakan aspirasi pekerja.
Dalam konferensi pers, Said Iqbal menyebutkan bahwa buruh akan membawa enam tuntutan utama yang sebagian besar merupakan pengulangan dari tahun sebelumnya karena dinilai belum mendapat respons memadai dari pemerintah dan legislatif. Berikut enam tuntutan tersebut:
- Sahkankan revisi Undang-Undang Ketenagakerjaan yang lebih pro-buruh.
- Hapus sistem outsourcing dan tolak kebijakan upah murah.
- Stop ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK) massal akibat berbagai faktor, termasuk impor dan situasi ekonomi.
- Dorong reformasi perpajakan yang lebih adil bagi pekerja.
- Sahkankan Rancangan Undang-Undang Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (RUU PPRT).
- Tuntutan keenam yang disebutkan dalam sejumlah laporan terkait perlindungan lebih lanjut terhadap hak-hak buruh, termasuk penolakan praktik kontrak seumur hidup dan jaminan kerja layak.
Said Iqbal menekankan bahwa tuntutan ini mencakup isu struktural yang selama ini menjadi keluhan utama kalangan pekerja, seperti kepastian status kerja, tingkat upah yang layak, dan perlindungan sosial. Pihaknya berharap aksi ini dapat mendorong pembahasan serius di DPR dan pemerintah.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada respons resmi dari pihak DPR RI maupun pemerintah terkait rencana aksi tersebut. Aparat keamanan diperkirakan akan mengamankan jalannya demonstrasi agar berlangsung tertib.
Aksi May Day 2026 ini menjadi bagian dari peringatan tahunan Hari Buruh Internasional yang rutin digelar serikat pekerja di Indonesia untuk menyampaikan aspirasi kelas buruh.











