Scroll untuk baca artikel
BeritaInternasional

Rencana Mogok Kerja Buruh Samsung Electronics Berlanjut, Pasokan Chip AI Global Terancam

112
×

Rencana Mogok Kerja Buruh Samsung Electronics Berlanjut, Pasokan Chip AI Global Terancam

Sebarkan artikel ini

Dpnews Indonesia || Jakarta – Rencana aksi mogok kerja massal oleh serikat buruh Samsung Electronics di Korea Selatan tetap berlanjut meski upaya mediasi pemerintah gagal. Pemogokan yang dijadwalkan berlangsung selama 18 hari mulai 21 Mei 2026 berpotensi mengganggu produksi chip memori, termasuk komponen krusial untuk kecerdasan buatan (AI), dan memicu kekhawatiran gangguan pasokan global.

Ketua Serikat Pekerja Samsung Electronics (SELU), Choi Seung-ho, menyatakan bahwa lebih dari 50.000 pekerja diperkirakan akan terlibat dalam aksi tersebut. Pemogokan ini diprediksi dapat mengurangi output hingga setengahnya di kompleks semikonduktor utama perusahaan di Pyeongtaek, selatan Seoul.

Baca juga :  Satreskrim Polres Metro Bekasi, Amankan Satu Orang DPO Kasus Asusila di Karang Bahagia

Negosiasi upah antara manajemen Samsung dan serikat pekerja runtuh pada pertengahan Mei setelah mediasi yang difasilitasi pemerintah tidak menghasilkan kesepakatan. Buruh menuntut kenaikan gaji yang lebih adil serta pembagian bonus kinerja yang lebih transparan, seiring lonjakan keuntungan perusahaan akibat permintaan tinggi chip memori AI seperti HBM (High Bandwidth Memory). Samsung dikenal sebagai produsen chip memori terbesar di dunia.

Pemerintah Korea Selatan menyatakan kekhawatiran serius atas dampak ekonomi nasional dan rantai pasok global. Sebuah pemogokan berkepanjangan dikhawatirkan memperburuk kelangkaan semikonduktor yang sudah terjadi akibat boom AI, serta berdampak pada industri elektronik, otomotif, dan teknologi informasi di berbagai negara.

Baca juga :  Program Ketahanan Pangan Dan Hewani Di Desa Hegarmukti Cikarang Pusat

Samsung Electronics belum memberikan komentar resmi terbaru, namun sebelumnya menyatakan akan terus berupaya mencapai kesepakatan melalui dialog. Sementara itu, serikat pekerja menegaskan rencana mogok tetap berjalan sesuai jadwal kecuali tuntutan mereka dipenuhi.

Aksi ini menjadi ujian besar bagi industri semikonduktor global di tengah persaingan ketat pengembangan AI. Perkembangan selanjutnya akan terus dipantau oleh pelaku pasar internasional.

Baca juga :  Jebolnya 100 Meter Bibir Sungai Cipelang di Gunung Guruh Diduga Akibat Tambang Pasir Ilegal
Facebook Comments Box
error: Content is protected !!