Dpnews Indonesia || Jakarta – Pemerintah Indonesia mulai membuka keran impor bahan bakar minyak jenis Pertalite (RON 90) dari China dan India. Langkah ini diambil untuk mengurangi ketergantungan terhadap satu negara pemasok, khususnya Singapura.
Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Laode Sulaeman, membenarkan rencana tersebut. Menurutnya, PT Pertamina Patra Niaga akan mendatangkan Pertalite dari kedua negara itu sebagai bagian dari strategi diversifikasi pasokan.
“Iya, sebelumnya diimpor juga dari negara yang satu itu kan (Singapura). Nah, ini kita cari diversifikasi dari negara lain,” kata Laode saat ditemui di Jakarta, Senin (2/11/2026).
Kementerian ESDM menyatakan komunikasi dengan calon negara pemasok sudah dilakukan. Namun, implementasi penuh masih menunggu penyelesaian aturan teknis berupa Peraturan Menteri ESDM sebagai turunan dari Peraturan Presiden yang telah terbit.
Langkah diversifikasi ini diharapkan memperkuat ketahanan energi nasional. Dengan sumber pasokan yang lebih beragam, distribusi BBM bersubsidi ke masyarakat dinilai akan lebih andal dan minim risiko gangguan.
Hingga saat ini, pemerintah belum merinci volume maupun jadwal pasti dimulainya impor dari China dan India. Proses transisi masih berlangsung sesuai mekanisme yang ditetapkan.











