Dpnews Indonesia || Jakarta – Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS berhasil rebound dan ditutup menguat pada perdagangan Rabu (6/5/2026). Mata uang Garuda ditutup di level Rp 17.387 per USD, naik 36 poin atau sekitar 0,21 persen dibandingkan penutupan sebelumnya di Rp 17.424.
Rupiah dibuka lebih kuat di Rp 17.389 per USD pada pagi hari dan sempat menyentuh level yang lebih baik sepanjang sesi perdagangan. Penguatan ini terjadi di tengah pergerakan mata uang Asia yang mayoritas perkasa terhadap greenback.
Meski demikian, ekonom memperingatkan bahwa outlook rupiah masih rentan. Faktor tekanan eksternal seperti kenaikan harga minyak mentah global dan ketegangan geopolitik di Timur Tengah berpotensi membatasi ruang gerak fiskal Indonesia ke depan.
Data JISDOR Bank Indonesia juga menunjukkan penguatan serupa, dengan rupiah berada di kisaran Rp17.405 per USD. Pergerakan rupiah hari ini dipengaruhi sentimen pasar global yang relatif stabil serta posisi dolar AS yang sedikit melemah.
Pasar akan terus memantau perkembangan data ekonomi utama AS dan kebijakan moneter The Federal Reserve untuk proyeksi arah rupiah ke depan.











