Dpnews Indonesia || Cianjur – Sejumlah orang tua siswa di satuan pendidikan SDN Sirnagalih kecamatan Campaka kabupaten Cianjur, pertanyakan hak anaknya di program indonesia pintar (PIP), yang tidak tersalurkan secara utuh pada siswa selaku penerima hak dari program tersebut.
Seharusnya program ini tersalurkan secara utuh pada para penerima hak, karena Program Indonesia Pintar (PIP) adalah program pemerintah untuk membantu siswa yang bersekolah, dan juga untuk meringankan kebutuhan para siswa di sekolah.
PIP harus tersalurkan secara utuh, tidak boleh di potong oleh siapapun dan untuk apapun, dan harus keterima secara utuh sesuai persesjen, karena program ini sangat di harapkan bagi masarakat, sehingga dapat di gunakan untuk kebutuhan anak bersekolah, untuk peralatan sekolah seperti buku tulis, seragam sekolah, sepatu dan tas sekolah bagi anak.
Menurut pengakuan orang tua siswa yang berinisial H orang tua dari anak yang berinisial A mengaku, anak saya semenjak kelas 1 hingga kelas 6 seharusnya mendapatkan 4 kali bantuan namun sayang anak saya baru terima 2 kali dan sisanya hingga saat ini tidak keterima secara utuh.
“Jadi antara apa yang di terima anak saya, tidak sesuai dengan apa yang tercantum di aplikasi si pintar, sedangkan aplikasi sipintar adalah aplikasi yang khusus dan boleh di akses oleh masarakat,” terang orang tua siswa senin 25/05/26.
Timbul dugaan bagi saya para orang tua siswa, kenapa penyaluran di sekolah tidak sesuai dengan apa yang tercantum di aplikasi sipintar, lantas dimana hak anak saya dan kenapa tidak keterima kepada yang berhak, ada apa yah dan di mana uangnya,” tanyanya.
Kepala sekolah SDN Sirnagalih Maskunah S.Ps. SD mengatakan, kalau untuk program PIP di SDN Sirnagalih, alhamdulilah kami sudah realisasikan, adapun kalau memang ada yang tidak tersalurkan, tanya saja sama pak Riki KS Gunung Kemang dan pak Kordik Campaka, karena semuanya sudah di ketahui oleh pihak Kordik dan kecamatan Campaka, jadi kalau bapak mau jelas silahkan ke kecamatan atau temui pak Riki,” katanya.
“Jadi kalau memang benar ada yang belum tersalurkan, silahkan saja datang ke kecamatan dan sekali gus temui pak Riki saja, karena hal ini sudah di tangani sama pak Riki.
Bagi yang belum terima haknya silahkan datang aja ke sekolah, sebab pernah waktu akan pencairan di bank, kata orang bank mengatakan uangnya habis dan tidak ada saldo untuk pencairan PIP sehingga pada saat itu ada yang tertunda, maka untuk hal ini silahkan saja pertanyakan ke pak Riki kepala sekolah SDN Gunung Kemang,” pungkasnya.











