Scroll untuk baca artikel
BeritaNasional

Sembilan Tahun Sisihkan Gaji, Aiptu H. Caram Bangun Pesantren di Majalengka

187
×

Sembilan Tahun Sisihkan Gaji, Aiptu H. Caram Bangun Pesantren di Majalengka

Sebarkan artikel ini

Dpnews Indonesia || Majalengka – Pengabdian tidak selalu diwujudkan melalui proyek besar. Hal itu ditunjukkan Aiptu H. Caram, Kanit Intel Polsek Maja, Kabupaten Majalengka, yang sejak 2017 menyisihkan sebagian penghasilannya untuk mewujudkan cita-cita membangun pondok pesantren.

Setelah melalui proses selama kurang lebih sembilan tahun, cita-cita tersebut mulai terwujud pada 2026 melalui pembangunan Pondok Pesantren Roudhotus Syarifah di Desa Tegalsari, Blok Selasa, RT 01/RW 03, Kecamatan Maja. Pesantren tersebut diasuh Nazmi Wira Kresna, S.Pd.I.

Baca juga :  LRT Menambah Jadi 240 Perjalanan Perhari Hingga 15 Januari

Bagi Aiptu H. Caram, pesantren bukan sekadar bangunan, melainkan sarana pendidikan untuk membentuk generasi yang berilmu, berakhlak, berbakti kepada orang tua, serta memiliki kepedulian terhadap masyarakat.

Pondok Pesantren Roudhotus Syarifah mengusung visi melahirkan generasi tafaqquh fiddin yang berakhlakul karimah dan mampu menghadapi tantangan zaman. Pendidikan diarahkan pada pendalaman kitab kuning, pembentukan karakter, penguatan nilai birrul walidain, kepemimpinan, serta pengabdian kepada masyarakat.

Pesantren juga memadukan tradisi keilmuan Islam dengan perkembangan teknologi melalui musyawarah kitab, bahtsul masail, dan literasi digital. Prinsip yang digunakan adalah al-muhafazhatu ‘alal qadimis shalih wal akhdzu bil jadidil ashlah, yakni mempertahankan nilai-nilai lama yang baik dan mengambil hal-hal baru yang lebih baik.

Baca juga :  Berjibaku dengan Lumpur, Anggota Satgas TMMD Ke-119 Lanjutkan Pembuatan Jalan

Dukungan moral turut diberikan Kasi Humas Polres Majalengka AKP Yayan Suripna, S.H., yang mendorong agar pembangunan pesantren tersebut berjalan lancar dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Setelah sembilan tahun menabung dan membangun secara bertahap, Aiptu H. Caram kini berharap Pondok Pesantren Roudhotus Syarifah dapat menjadi pusat pendidikan yang melahirkan generasi berilmu, berakhlak, peduli terhadap sesama, serta mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman.

Kisah tersebut menjadi gambaran bahwa pengabdian dapat dimulai dari langkah sederhana: menyisihkan sedikit demi sedikit dengan ketekunan hingga menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi banyak orang.

Baca juga :  Mahdi Gultom Camat Bukit Malintang Ajak Warga Pasang Bendera di HUT RI 79
Facebook Comments Box
error: Content is protected !!