Dpnews Indonesia || Majalengka – Pengabdian tidak selalu diwujudkan melalui proyek besar. Hal itu ditunjukkan Aiptu H. Caram, Kanit Intel Polsek Maja, Kabupaten Majalengka, yang sejak 2017 menyisihkan sebagian penghasilannya untuk mewujudkan cita-cita membangun pondok pesantren.
Setelah melalui proses selama kurang lebih sembilan tahun, cita-cita tersebut mulai terwujud pada 2026 melalui pembangunan Pondok Pesantren Roudhotus Syarifah di Desa Tegalsari, Blok Selasa, RT 01/RW 03, Kecamatan Maja. Pesantren tersebut diasuh Nazmi Wira Kresna, S.Pd.I.
Bagi Aiptu H. Caram, pesantren bukan sekadar bangunan, melainkan sarana pendidikan untuk membentuk generasi yang berilmu, berakhlak, berbakti kepada orang tua, serta memiliki kepedulian terhadap masyarakat.
Pondok Pesantren Roudhotus Syarifah mengusung visi melahirkan generasi tafaqquh fiddin yang berakhlakul karimah dan mampu menghadapi tantangan zaman. Pendidikan diarahkan pada pendalaman kitab kuning, pembentukan karakter, penguatan nilai birrul walidain, kepemimpinan, serta pengabdian kepada masyarakat.
Pesantren juga memadukan tradisi keilmuan Islam dengan perkembangan teknologi melalui musyawarah kitab, bahtsul masail, dan literasi digital. Prinsip yang digunakan adalah al-muhafazhatu ‘alal qadimis shalih wal akhdzu bil jadidil ashlah, yakni mempertahankan nilai-nilai lama yang baik dan mengambil hal-hal baru yang lebih baik.
Dukungan moral turut diberikan Kasi Humas Polres Majalengka AKP Yayan Suripna, S.H., yang mendorong agar pembangunan pesantren tersebut berjalan lancar dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Setelah sembilan tahun menabung dan membangun secara bertahap, Aiptu H. Caram kini berharap Pondok Pesantren Roudhotus Syarifah dapat menjadi pusat pendidikan yang melahirkan generasi berilmu, berakhlak, peduli terhadap sesama, serta mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman.
Kisah tersebut menjadi gambaran bahwa pengabdian dapat dimulai dari langkah sederhana: menyisihkan sedikit demi sedikit dengan ketekunan hingga menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi banyak orang.











