Scroll untuk baca artikel
BeritaNasional

Sembilan Tahun Sisihkan Gaji, Aiptu H. Caram Bangun Pesantren di Majalengka

260
×

Sembilan Tahun Sisihkan Gaji, Aiptu H. Caram Bangun Pesantren di Majalengka

Sebarkan artikel ini

Dpnews Indonesia || Majalengka – Pengabdian tidak selalu diwujudkan melalui proyek besar. Hal itu ditunjukkan Aiptu H. Caram, Kanit Intel Polsek Maja, Kabupaten Majalengka, yang sejak 2017 menyisihkan sebagian penghasilannya untuk mewujudkan cita-cita membangun pondok pesantren.

Setelah melalui proses selama kurang lebih sembilan tahun, cita-cita tersebut mulai terwujud pada 2026 melalui pembangunan Pondok Pesantren Roudhotus Syarifah di Desa Tegalsari, Blok Selasa, RT 01/RW 03, Kecamatan Maja. Pesantren tersebut diasuh Nazmi Wira Kresna, S.Pd.I.

Baca juga :  Enam Bulan Jadi Tersangka, Siti Saripah Belum Ditahan: Advokat Titin Hartati Pertanyakan Kepastian Hukum

Bagi Aiptu H. Caram, pesantren bukan sekadar bangunan, melainkan sarana pendidikan untuk membentuk generasi yang berilmu, berakhlak, berbakti kepada orang tua, serta memiliki kepedulian terhadap masyarakat.

Pondok Pesantren Roudhotus Syarifah mengusung visi melahirkan generasi tafaqquh fiddin yang berakhlakul karimah dan mampu menghadapi tantangan zaman. Pendidikan diarahkan pada pendalaman kitab kuning, pembentukan karakter, penguatan nilai birrul walidain, kepemimpinan, serta pengabdian kepada masyarakat.

Pesantren juga memadukan tradisi keilmuan Islam dengan perkembangan teknologi melalui musyawarah kitab, bahtsul masail, dan literasi digital. Prinsip yang digunakan adalah al-muhafazhatu ‘alal qadimis shalih wal akhdzu bil jadidil ashlah, yakni mempertahankan nilai-nilai lama yang baik dan mengambil hal-hal baru yang lebih baik.

Baca juga :  Nadiem Makarim Divonis 10 Tahun Penjara dalam Kasus Korupsi Pengadaan Chromebook

Dukungan moral turut diberikan Kasi Humas Polres Majalengka AKP Yayan Suripna, S.H., yang mendorong agar pembangunan pesantren tersebut berjalan lancar dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Setelah sembilan tahun menabung dan membangun secara bertahap, Aiptu H. Caram kini berharap Pondok Pesantren Roudhotus Syarifah dapat menjadi pusat pendidikan yang melahirkan generasi berilmu, berakhlak, peduli terhadap sesama, serta mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman.

Kisah tersebut menjadi gambaran bahwa pengabdian dapat dimulai dari langkah sederhana: menyisihkan sedikit demi sedikit dengan ketekunan hingga menjadi sesuatu yang bermanfaat bagi banyak orang.

Baca juga :  H. Adlan Akan Laporkan Kepala Imigrasi Cianjur ke Dirjen Imigrasi
Facebook Comments Box
error: Content is protected !!