Dpnews Indonesia || Cianjur – Satgas Citarum Harum Sektor 6 terus mengintensifkan pengawasan terhadap perusahaan peternakan di wilayah dampingannya. Pada Rabu, 26 Agustus 2026, tim dipimpin langsung oleh Wadan Sektor 6 Kapten Inf Puradi Mardan melakukan sidak dengan pendekatan humanis ke salah satu kandang ayam milik CV Krida 18 yang berlokasi di Kp. Cikowak RT 02/06, Desa Murnisari, Kecamatan Mande, Kabupaten Cianjur.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program pemantauan rutin Sektor 6 dalam menjaga kelestarian Daerah Aliran Sungai Citarum. Fokus utama sidak kali ini adalah memastikan setiap usaha peternakan telah memiliki instalasi pengolahan air limbah dan mengelola limbahnya sesuai aturan lingkungan yang berlaku.
Dari hasil pemeriksaan di lapangan, tim Subsektor 4 Sektor 6 tidak menemukan adanya IPAL di lokasi CV Krida 18. Temuan ini menjadi catatan penting karena pengelolaan limbah cair dari aktivitas peternakan ayam sangat berpengaruh terhadap kualitas air dan tanah di sekitar wilayah tersebut.
Meski belum memiliki IPAL, pihak pengelola menyampaikan bahwa limbah padat berupa kotoran ayam tidak langsung dibuang ke lingkungan. Kotoran hewan ditampung terlebih dahulu di area khusus, kemudian dikeringkan. Setelah kering, kotoran tersebut dikemas ke dalam karung untuk selanjutnya diolah menjadi pupuk organik.
Untuk limbah B3 yang dihasilkan dari operasional kandang, pihak perusahaan menyatakan telah menerapkan prosedur pengembalian ke kantor pusat. Langkah ini dilakukan agar penanganan limbah berbahaya tidak mencemari lingkungan sekitar peternakan.
Dalam sidak tersebut, Wadan Sektor 6 menekankan pentingnya pendekatan humanis. Alih-alih langsung memberikan sanksi, tim memilih berdialog, memberikan edukasi, dan mendorong perusahaan segera melengkapi sarana pengelolaan limbah sesuai standar. Harapannya, kesadaran lingkungan tumbuh dari dalam perusahaan itu sendiri.
Dansubsektor 4 bersama enam orang anggota yang turut serta dalam kegiatan ini juga menyampaikan bahwa pengawasan tidak berhenti di satu kali sidak. Pihaknya akan terus melakukan pengecekan secara bertahap ke CV Krida 18 untuk memastikan ada perkembangan dan perbaikan dalam pengelolaan limbah.
Kami hadir bukan untuk menakut-nakuti, tapi untuk mengingatkan dan mendampingi. Program Citarum Harum ini milik kita bersama. Kalau setiap perusahaan taat, maka sungai dan lingkungan kita akan semakin bersih, ujar salah satu anggota tim di sela kegiatan.
Dengan adanya sidak ini, Sektor 6 Citarum Harum berharap CV Krida 18 segera menindaklanjuti kekurangan sarana IPAL. Komitmen bersama antara Satgas, pemerintah desa, dan pelaku usaha diyakini menjadi kunci keberhasilan dalam menjaga Sungai Citarum tetap lestari untuk generasi mendatang.











