Scroll untuk baca artikel
BeritaHukum dan KriminalInternasionalPekerja Migran Indonesia

Tidak Mendapat Pekerjaan, Diduga Terkurung di Sebuah Syarekah Saudi Arabia

873
×

Tidak Mendapat Pekerjaan, Diduga Terkurung di Sebuah Syarekah Saudi Arabia

Sebarkan artikel ini

Pekerja Migran Indonesia Asal Tangerang Selatan

Dpnews Indonesia || Tanggerang Selatan – Satu persatu Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang diduga berangkat secara Unprosedural dan kini berada di sebuah Syarekah mengalami berbagai macam kisah yang memprihatinkan, membuat pengaduan ke posko pengaduan di Indonesia.

Salah satunya PMI warga kecamatan Pamulang, kabupaten Tanggerang Selatan, Banten, yang kini menyebutkan berada di Syarekah Arco Saudi arabia, dalam kondisi terkurung tanpa mendapatkan pekerjaan selama kurang lebih 5 bulan semenjak berangkat melalui pemroses yang bernama Nada dengan Perusahaan Penempatan Pekerja Migran Indonesia (P3MI), PT. Global.

Baca juga :  Dandim 0617 Majalengka Kunjungi Koramil Jatiwangi, Berikan Arahan ke Babinsa

Kita sebut saja PMI yang dimaksud dengan inisial Nit, (demi menjaga suatu hal yang tidak baik di negara penempatan), kepada awak media Dpnews Indonesia pada Minggu 17/11/24, melalui media WhatsApp menceritakan apa yang terjadi penampungan tempat dia kini berada.

“Orang disini tidak pada berani ya seperti itu, karena sedikit sedikit ada masalah pasti dikurung, hp nya diambil, ngomong salah dikit saja pasti handphone diambil, terus dikurung disekap dikamar yang gak ada kamar mandi, dikasih salin pun nggak karena saya pernah lihat jadi kita itu sangat takut, disini kita tidak bekerja Pak” ungkapnya.

Sementara itu Suhendri M Komara, S.H. Sebagai kuasa dari keluarga PMI tersebut menegaskan agar supaya ada keseriusan dari pihak yang bertanggung jawab dalam pemberangkatan Nit.

“Saya mengharap agar P3MI yang disebut sebagai perusahaan pemberangkatan kooperatif dan segera membuat tindakan untuk memulangkan PMI tersebut. Jika tidak, kami tidak segan segan untuk melakukan tindakan secara hukum. Nit ini sudah diduga kuat menjadi korban dugaan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) dengan modus perekrutan tenaga kerja, dan kami pun mengharapkan ada intervensi pemerintah dalam hal ini. Karena bukan satu atau dua pengaduan yang datang kepada posko kami, data semua lengkap ada pada kami, sudah puluhan hingga sekarang ini,” jelasnya.

Baca juga :  Sayangi Generasi Muda, Satgas TMMD ke-127 Kodim 0617/Majalengka Sosialisasikan Bahaya Narkoba dan Judi Online di SMK Karnas
Facebook Comments Box
error: Content is protected !!