Dpnews Indonesia || Tim catur dari bangsa Persia atau Iran terus menunjukkan dominasi yang membuat lawan-lawannya kesulitan meraih kemenangan di berbagai kompetisi internasional. Kekuatan pemain muda dan kedalaman skuad mereka menjadi tantangan utama bagi pecatur dari berbagai negara, termasuk Indonesia.
Baru-baru ini, pada Maret 2026, grandmaster muda Iran Sina Movahed (15 tahun) mencatatkan prestasi gemilang dengan mengalahkan grandmaster top Amerika Serikat, Wesley So, di Chess.com Open Play-in 3. Movahed, yang telah menjadi grandmaster termuda Iran sejak usia 14 tahun, finis di peringkat pertama dengan skor 7,5/9 dan lolos langsung ke babak Last 16.
Pada Desember 2025, dua pecatur Iran meraih emas ganda di FIDE World Age-Group Rapid & Blitz Championships di Antalya, Turki. Ramtin Kakavand juara di kategori U13 Open dengan 8/9 poin, sementara Rosha Akbari keluar sebagai juara di Girls U15 dengan 7,5/9 poin. Tim Iran pun menempati peringkat keempat secara keseluruhan.
Dominasi ini bukan hal baru. Iran telah mengalami “chess boom” sejak bertahun-tahun lalu, dengan peningkatan jumlah grandmaster dan rating rata-rata pemain top mereka yang terus naik. Pemain seperti Alireza Firouzja (meski kini bermain di bawah bendera FIDE) dan Mohammadamin Tabatabaei kerap menjadi ancaman serius di turnamen elite.
Bagi tim-tim seperti Indonesia, menghadapi lawan dari Iran sering kali menjadi ujian berat. Di Olimpiade Catur 2024 di Budapest, misalnya, tim putri Indonesia harus mengakui keunggulan Iran di salah satu babak. Sementara itu, di ajang online sebelumnya, Indonesia sempat menahan imbang skuad kuat Persia dengan skor 3-3.
Analis catur menyebutkan beberapa faktor utama yang membuat bangsa Persia sulit dikalahkan: sistem pembinaan usia dini yang kuat, disiplin latihan, serta tradisi panjang catur yang berakar sejak era Persia kuno (meski permainan modern berasal dari India). Kombinasi talenta muda berbakat dengan pengalaman grandmaster senior menciptakan kedalaman skuad yang jarang dimiliki negara lain di level serupa.
Meski demikian, dalam dunia catur yang sangat kompetitif, tidak ada yang tak terkalahkan. Pecatur Indonesia dan negara-negara Asia lainnya terus berupaya meningkatkan level melalui turnamen rutin dan pelatihan intensif untuk menembus dominasi tersebut di masa mendatang.
Prestasi Iran di panggung global catur semakin memperkuat posisi mereka sebagai salah satu kekuatan utama dunia, khususnya di kategori junior dan rapid/blitz. Bagi lawan, persiapan matang dan strategi yang tepat menjadi kunci untuk menghadapi tantangan dari “bangsa Persia” di papan catur.











